Donor Darah Saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Penjelasan MUI

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 05:00 19 admincuitan

Cuitan.id – Pertanyaan soal hukum donor darah saat puasa kembali ramai diperbincangkan saat pelaksanaan bulan suci Ramadhan. Banyak umat Islam merasa ragu melakukan donor karena khawatir puasanya batal.

MUI: Donor Darah Tidak Batalkan Puasa

Berdasarkan Keputusan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta tertanggal 24 Juli 2000, donor darah tidak membatalkan dan tidak mengurangi kesempurnaan puasa.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, Muhammad Faiz Syukron Makmun, menjelaskan bahwa puasa batal jika ada makanan atau minuman masuk melalui tenggorokan atau saluran terbuka di bagian kepala. Donor darah tidak termasuk kategori tersebut.

Ia juga menyoroti prosedur donor metode aferesis, yakni pengambilan komponen darah tertentu lalu mengembalikan sisanya ke tubuh. Mayoritas ulama membolehkan prosedur ini dan tidak menganggapnya membatalkan puasa karena darah yang kembali sudah mengalami perubahan (istihalah).

Meski begitu, MUI menyarankan pelaksanaan donor aferesis setelah berbuka jika tidak mendesak, untuk menghindari perbedaan pendapat di masyarakat.

Pandangan serupa juga dimuat di laman resmi Nahdlatul Ulama (NU). NU mengategorikan donor darah sebagai tindakan medis yang tidak memengaruhi keabsahan puasa, sebagaimana hukum bekam menurut mayoritas mazhab.

PMI: Kebutuhan Darah Tetap Tinggi

Palang Merah Indonesia (PMI) memastikan kebutuhan darah tetap tinggi selama Ramadhan. Ketua Unit Donor Darah Pusat PMI Jakarta, Ni Ken Ritchie, menyebut kebutuhan darah nasional mencapai sekitar 5,6 juta kantong per tahun.

Pasien talasemia, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, ibu dengan komplikasi persalinan, hingga korban kecelakaan membutuhkan transfusi setiap hari.

PMI mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk tetap mendonor, baik menjelang berbuka maupun setelah berbuka puasa. Ramadhan menjadi momentum memperbanyak amal sosial dan membantu sesama yang membutuhkan darah.

Tips Agar Tidak Lemas Setelah Donor

Agar tetap bugar saat puasa dan donor darah, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur, terutama tinggi protein dan zat besi.

  • Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.

  • Pilih waktu donor mendekati berbuka agar tubuh segera mendapat asupan.

  • Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat setelah donor.

Dengan pemahaman hukum yang jelas dan persiapan fisik yang tepat, donor darah saat Ramadhan tetap aman dan tidak mengurangi keabsahan puasa. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA