Ilustrasi mendoakan orang tua yang sudah meninggal. Foto: Getty Images/Riza Azhari Cuitan.id – Mengirim doa untuk orang meninggal menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam. Umat Muslim menunjukkan kasih sayang kepada almarhum atau almarhumah dengan memohonkan ampunan, rahmat, dan kebaikan kepada Allah SWT.
Seseorang dapat membaca doa secara pribadi, bersama keluarga, atau saat ziarah kubur. Amalan ini juga mengingatkan setiap Muslim pada kehidupan akhirat.
Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
Salah satu cara mengirim doa bagi orang yang telah meninggal adalah melalui tahlilan. Menurut Bimbingan Praktikum Ibadah oleh Prof. Dr. H. Abuddin Nata, dalam tahlilan keluarga mempersiapkan hari, tanggal, tempat, dan daftar tamu yang akan diundang. Nama-nama almarhum atau almarhumah yang akan didoakan ditentukan, dan hidangan serta bingkisan untuk tamu juga disiapkan.
Pada pelaksanaannya, tahlilan dipimpin oleh seorang ustaz yang membacakan doa bagi almarhum, menyebut nama mereka, serta membaca surah-surah pendek seperti Al-Falaq dan An-Naas.
Berikut bacaan lengkap yang dapat dilafalkan.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وبركاته … أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
As-salāmu ‘alaykum wa raḥmatu Allāhi wa barakātuh… Astaghfirullāhal ‘adzîm (3x)
إِلَى حَضْرَةِ نَبِيْنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Ila ḥaḍratin nabiyyinā Muḥammad ṣallāllāhu ‘alayhi wa sallam, shay’un lillāhi lahum al-Fātiḥah
ثم إلى أزواح أبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيَّ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Tsumma ila arwahi abi bakrim, wa ‘imar, wa ‘utsman, wa ‘ali, syain lillahi lahumul fatihah
ثم إلى أرواح ….. شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَة
Tsumma ila arwahi wa arwahi …. (disebutkan nama-nama almarhum dan almarhumah yang akan dikirimi doa), syai’un lillaahi lahumul fatihah
لا إله إلا الله والله أكبر …. قُلْ هُوَ الله أحدٌ : اللَّهُ الصَّمَدُ : لَمْ يَلِدُ وَلَمْ يُولد الله وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar… qul huwa Allāhu aḥad, Allāhuṣ-Ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahu kufuwan aḥad… (diulang 2x)
لا إله إلا الله والله أكبر …. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar… qul a’ūdhu birabbi al-falaq, min sharri mā khalaq, wa min sharri ghāsiqin idhā waqab, wa min sharri an-naffāthāti fil-‘uqad, wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad… (diulang 2x)
لا إله إلا الله والله أكبر …. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar… qul a’ūdhu birabbi an-nās, malikil-nās, ilāhin-nās, min sharri al-waswāsil khannās, alladhī yuwaswisu fī ṣudūri an-nās, min al-jinnati wan-nās… (diulang 2x)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar
Bacaan Doa Ziarah Kubur
Dikutip dari Buku Panduan Fardu kifayah Beserta Doa susunan H. Sopian Riduan, buku Panduan Lengkap Ibadah karya Muhammad Al-Baqir, dan buku Hebatnya Doa-doa Rasulullah SAW susunan Ust. Muhammad Fadhlun Almahera, berikut doa ziarah kubur yang dapat diamalkan dengan baik dan benar.
1. Mengucapkan Salam
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ
Assalamu’alaikum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun
Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”
2. Beristighfar
أسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāhal’adzîm, alladzî lâilâha illâ huwal-ḫayyul qayyûmu wa atûbu ilaih
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
3. Melafalkan Surah Al Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Bismillahir-rahmānir-rahīm al-hamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn ar-rahmānir-rahīm māliki yaumid-dīn iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’in ihdinaş-şirātal-mustaqīm şirāțallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dāllīn
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yūlad wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Surah Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a’ūdzu birabbil-falaq min sharri mā khalaqwa min sharri ghāsiqin idzā waqab wa min sharrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Surah An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a’ūdzu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min sharril-waswāsil-khannās alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās minal-jinnati wan-nās.
Artinya: “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”
5. Membaca Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Laailaaha Illallah
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”
6. Membaca Doa Ziarah Kubur
اللهمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu waghsilhu bil maa-i wats-tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsawbal abyadha minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zawjan khairan min zawjihi wa adkhilhul jannata wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Allah! Ampuni dan rahmatilah dia, maafkan dan berilah dia keselamatan, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan es. Bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran. Berilah ia tempat tinggal yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, istri yang lebih baik dari istrinya dan jagalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka.” (HR Muslim dan Nasa’i)
Tata Cara dan Adab Ziarah Kubur
Dikutip dari buku Jum’ah Berkah: Amalan-Amalan Dahsyat di Hari Jum’ah untuk Kemakmuran dan Keberkahan Hidup karya M. Wildan Auliya, berikut adab dan tata cara ziarah kubur sesuai sunnah:
1. Berwudhu Terlebih Dahulu
Sebelum berziarah, disarankan berwudu agar tubuh dan hati lebih bersih, sehingga ibadah ziarah menjadi lebih sah dan khusyuk.
2. Memberikan Salam kepada Penghuni Kubur
Saat memasuki makam, ucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi mereka yang telah meninggal. Rasulullah SAW menganjurkan peziarah untuk menyampaikan salam sekaligus doa ketika berada di area pemakaman.
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ
Assalamu’alaikum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun
Artinya: “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”
3. Menghadap ke Kiblat Saat Berdoa
Saat mendoakan almarhum, dianjurkan menghadap kiblat, sama seperti saat mendoakan jenazah. Peziarah juga disarankan membaca tasbih, takbir, tahmid, dan zikir selama doa.
4. Membacakan Doa untuk Almarhum
Peziarah mendoakan almarhum dengan membaca zikir, tasbih, takbir, tahmid, dan doa khusus, kemudian menutup doa dengan surah Al-Fatihah sesuai sunnah.
5. Membaca Ayat-ayat Pendek
Tata cara ziarah kubur yang kelima menurut sunnah adalah membacakan ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: “Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah Al Fatihah, surah Al Ikhlash dan Al Muawwidzatain (Al Falaq dan An Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayat-mayat di dalam kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”
6. Hindari Duduk atau Menginjak Kuburan
Peziarah disarankan untuk tidak duduk atau menginjak kuburan, agar tetap menjaga kesopanan dan menghormati makam.
“Janganlah kalian salat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR Muslim)
7. Hindari Sikap Berlebihan
Saat berada di makam, jangan melakukan hal-hal berlebihan, misalnya menjadikan kuburan seperti tempat ibadah. Ziarah kubur pada dasarnya sunnah, bertujuan untuk mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.
Hal ini juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, “Rasulullah SAW ziarah ke makam ibunya, beliau menangis, membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis.” (HR Muslim).
Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah menziarahi makam ibunya dan menangis. Peristiwa tersebut mengingatkan umat Islam agar selalu mengingat kematian dan kehidupan akhirat. ***
Tidak ada komentar