Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Senin (12/1/2026). JAKARTA, Cuitan.id – Tayamum merupakan solusi ibadah yang diberikan Allah SWT bagi umat Muslim yang terkendala menggunakan air untuk bersuci. Sama halnya dengan wudhu, terdapat doa setelah tayamum yang dianjurkan untuk dibaca guna menyempurnakan ibadah.
Bersuci dengan tayamum berfungsi sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib dalam kondisi darurat, seperti saat sakit, kelangkaan air, atau sedang dalam perjalanan jauh (musafir).
Setelah selesai melakukan gerakan tayamum, seorang muslim disunnahkan membaca doa berikut:
Teks Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Teks Latin: Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīn, waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”
Perintah mengenai tayamum secara jelas tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 6. Allah SWT berfirman bahwa jika seorang mukmin dalam keadaan sakit, musafir, atau tidak menemukan air, maka diperbolehkan bertayamum dengan tanah yang baik (suci).
“Maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu…” (QS. Al-Maidah: 6).
Berdasarkan buku Fikih Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (Kemenag, 2020), tayamum tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut adalah syarat sahnya:
Waktu Salat: Dilakukan setelah masuk waktu salat.
Upaya Mencari Air: Jika karena tidak ada air, harus dipastikan air benar-benar tidak ditemukan.
Media Suci: Menggunakan tanah atau debu yang suci, kering, dan tidak tercampur bahan lain (seperti tepung).
Satu Kali Salat Fardhu: Satu kali tayamum hanya berlaku untuk satu kali salat wajib.
Bebas Najis: Tubuh harus dibersihkan dari najis terlebih dahulu sebelum memulai tayamum.
Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, berikut langkah-langkah praktisnya:
Menempelkan Tangan: Tempelkan kedua telapak tangan ke debu yang suci.
Niat: Ucapkan niat bersamaan dengan mengusap wajah.
Niat: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala.
Usap Wajah: Mengusap seluruh permukaan wajah dengan debu tersebut.
Usap Tangan: Tempelkan kembali telapak tangan ke debu, lalu usap tangan kanan dan kiri hingga siku, baik bagian luar maupun dalam.
Catatan Penting: Tayamum dianggap batal jika ditemukan air sebelum salat dimulai atau terjadi hal-hal yang membatalkan wudhu secara umum. ***
Tidak ada komentar