JAKARTA, Cuitan.id – Musyawarah Nasional ke-11 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2025), resmi menetapkan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI periode 2025–2030. Pengumuman dilakukan melalui sidang pleno oleh Dewan Formatur Munas XI.
Sekjen MUI 2020–2025, Amirsyah Tambunan, menyampaikan penetapan tersebut dalam sidang pleno. Meski sempat dijadwalkan pukul 21.00 WIB, pengumuman baru disampaikan pada pukul 22.30 WIB.
KH Muhammad Anwar Iskandar lahir pada 24 April 1950 di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama yang aktif berdakwah, membina masyarakat, serta memimpin berbagai organisasi seperti IPNU, PMII, Ansor hingga menjabat Ketua GP Ansor. Kini, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Rais Aam PBNU.
Selain di dunia keulamaan, Kiai Anwar juga memiliki rekam jejak politik. Pada 1998, ia menjabat Ketua Dewan Syuro PKB Jawa Timur serta menjadi anggota MPR.
Sejarah Kepemimpinan MUI dari Masa ke Masa
Majelis Ulama Indonesia telah dipimpin oleh tokoh-tokoh ulama besar yang memberi kontribusi penting bagi umat dan bangsa. Berikut daftar Ketua Umum MUI dari masa ke masa:
1. Prof. Dr. Hamka (1977–1981)
Ulama legendaris yang dikenal sebagai cendekiawan, sastrawan, dan tokoh politik. Penulis karya monumental seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Ia adalah Ketua Umum MUI pertama dan menerima penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar.
2. KH. Syukri Ghozali (1981–1983)
Ulama sederhana dan ahli ushul fikih dari Nahdlatul Ulama. Memimpin MUI selama dua tahun sebelum wafat pada 1984. Dikenang sebagai figur tenang dan bersahaja.
3. KH. Hasan Basri (1984–1998)
Memimpin MUI selama tiga periode dan menjadi Ketua Umum terlama. Sosok moderat yang berpengaruh dalam pengembangan fatwa dan kehidupan keumatan Indonesia.
4. Prof. KH. Ali Yafie (1998–2000)
Intelektual muslim produktif dari NU, dikenal berperan dalam pengembangan fikih sosial dan pendidikan Islam.
5. KH. M. Sahal Mahfudz (2000–2014)
Ulama pembaru, pengasuh Pesantren Maslakul Huda, dan pelopor fikih sosial. Memimpin MUI selama dua periode.
6. Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin (2014–2015)
Tokoh Muhammadiyah yang dikenal dalam diplomasi lintas agama. Aktif di berbagai forum internasional.
7. Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (2015–2020)
Ulama kharismatik NU yang kemudian terpilih sebagai Wakil Presiden RI 2019–2024.
8. KH. Miftachul Akhyar (2020–2022)
Mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Rais Aam PBNU. Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.
9. Kiai Anwar Iskandar (2022–2025 dan 2025–2030)
Pertama ditunjuk melalui Rapat Pleno MUI tahun 2023, kini kembali dipercaya memimpin MUI periode 2025–2030.
Terpilihnya Kiai Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan umat, serta peran MUI dalam membangun bangsa. ***
Tidak ada komentar