Ciri-Ciri Mata Ikan di Kaki dan Cara Mencegahnya. (alodokter.com) JAKARTA, Cuitan.id – Mata ikan di kaki sering disalahartikan sebagai kapalan, padahal kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, Anda bisa segera menentukan perawatan yang tepat agar kaki tetap sehat dan nyaman.
Apa Itu Mata Ikan di Kaki?
Mata ikan adalah penebalan kulit berbentuk bulat kecil yang muncul akibat gesekan atau tekanan berulang, misalnya memakai sepatu sempit atau sering berjalan tanpa alas kaki. Banyak orang sulit membedakannya dari kapalan karena keduanya memiliki ciri berbeda.
Ciri-Ciri Mata Ikan di Kaki
Berikut tanda-tanda mata ikan yang perlu diwaspadai:
Benjolan Kecil, Bulat, dan Keras
Muncul di area yang sering terkena tekanan, seperti telapak kaki atau sisi jari. Batasnya jelas, permukaannya keras dan menonjol.
Nyeri Saat Ditekan atau Berjalan
Rasa sakit muncul karena inti keras di tengah penebalan kulit menekan jaringan di bawahnya. Nyeri makin terasa jika memakai sepatu sempit.
Kulit Kasar, Kering, dan Kadang Perih
Kulit area mata ikan lebih kasar dan kering, kadang terasa perih saat terus bergesekan.
Titik Tengah Lebih Keras dan Cekung
Bagian tengah yang keras atau cekung membedakan mata ikan dari kapalan. Inti ini penyebab nyeri saat mendapat tekanan.
Ukuran Kecil dan Tidak Menyebar
Biasanya kurang dari 1 cm dan muncul lokal, berbeda dengan kapalan yang bisa melebar.
Warna Kulit Keabu-abuan atau Kekuningan
Permukaannya tampak pucat, keabu-abuan, atau kekuningan akibat penumpukan sel kulit mati.
Cara Mencegah Mata Ikan di Kaki
Menjaga kesehatan kaki penting untuk mencegah mata ikan:
Pilih sepatu nyaman, pas, dan berbahan lembut.
Gunakan kaos kaki lembut dan selalu bersihkan kaki sebelum memakai sepatu.
Batasi penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu lama.
Istirahatkan kaki jika banyak berdiri atau berjalan.
Jaga kebersihan dan kelembapan kaki, serta rutin memotong kuku.
Tangani lecet atau iritasi ringan sebelum menjadi parah.
Mata ikan tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu aktivitas. Hindari memotong atau mengorek sendiri karena risiko infeksi. Jika nyeri, membesar, atau tidak sembuh, segera konsultasikan ke dokter. ***
Tidak ada komentar