Ilustrasi saat berbuka Puasa. Gemini AI Cuitan.id – Setelah menahan haus dan lapar sekitar 14 jam, tubuh membutuhkan cairan lebih dulu sebelum menerima makanan berat. Dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah, dr. Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp.K.M., FINEM, mengingatkan pentingnya memprioritaskan hidrasi saat azan magrib tiba.
Menurut dr. Ida, tubuh kehilangan cukup banyak cairan selama puasa. Kondisi ini sering memicu rasa lemas dan tidak nyaman. Karena itu, minum saat berbuka membantu tubuh kembali stabil dan mendukung sistem pencernaan bekerja lebih optimal sebelum menerima makanan utama.
Pilih Minuman dengan Gula Alami
Dr. Ida menyarankan minuman dengan gula alami, bukan gula tambahan berlebihan. Kurma, jus buah tanpa tambahan gula, sop buah, atau koktail buah segar bisa menjadi pilihan. Kandungan gula alami membantu mengembalikan energi tanpa memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Ia juga mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi minuman atau makanan manis dalam jumlah besar. Tubuh tidak selalu kekurangan gula secara ekstrem saat puasa. Konsumsi gula berlebihan justru meningkatkan asupan kalori harian tanpa manfaat gizi seimbang.
Makan Bertahap Lebih Aman
Setelah kebutuhan cairan terpenuhi, Anda bisa melanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang. Pilih karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang malam.
Pola berbuka yang bertahap dan terukur membantu tubuh beradaptasi kembali setelah seharian berpuasa. Dengan cara ini, Anda bisa menjalani Ramadhan dengan tubuh yang lebih bertenaga dan tetap sehat. **
Tidak ada komentar