BBM Kunci Hidupkan PETI di TNKS, Aparat Diminta Bertindak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 20:30 80 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idAktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), khususnya perbatasan Kabupaten Kerinci dan Merangin, diduga bergantung sepenuhnya pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Puluhan alat berat dilaporkan beroperasi di kawasan konservasi ini, yang jelas membutuhkan BBM dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Hal ini memunculkan dugaan adanya jaringan distribusi BBM ilegal yang terorganisir untuk mendukung PETI.

Sumber lapangan menyebutkan, pengiriman BBM ke TNKS tidak mungkin dilakukan secara sporadis. Proses pengangkutan, penyimpanan, dan distribusi diduga melibatkan pihak yang memahami medan dan memiliki akses ke kawasan terlarang.

Aktivis Kerinci, Ega Roy, menegaskan BBM adalah kunci utama keberlangsungan PETI di TNKS.

“Tanpa suplai BBM, alat berat tidak bisa bekerja. PETI hidup karena ada pemasok BBM. Ini harus diusut,” ujar Ega Roy.

Ia menekankan bahwa menindak alat berat dan pekerja lapangan saja tidak akan menghentikan PETI selama jalur BBM masih bebas. “Hentikan BBM-nya, tangkap pemasoknya, PETI pasti mati dengan sendirinya,” tambahnya.

Ega Roy mendesak Kapolda Jambi, BBTNKS, dan aparat hukum menelusuri asal-usul BBM, jalur distribusi, serta pihak yang membekingi masuknya BBM ke TNKS.

Hingga Sabtu (7/2/2026), aktivitas PETI di TNKS masih berlangsung. Publik menanti langkah tegas aparat untuk memutus suplai BBM dan menyelamatkan kawasan konservasi dari kerusakan lebih parah. *

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA