Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil, Fenomena Gray Divorce Jadi Sorotan

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Des 2025 20:00 64 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Kabar mengejutkan datang dari pasangan publik figur Atalia Praratya dan Ridwan Kamil. Setelah membina rumah tangga selama puluhan tahun, Atalia Praratya resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya.

Gugatan tersebut telah terdaftar secara resmi di Pengadilan Agama (PA) Bandung dan diajukan melalui kuasa hukum Atalia, yang kini berusia 52 tahun.

Panitera PA Bandung, Dede Supriadi, membenarkan adanya pendaftaran perkara tersebut.

“Betul, informasinya memang demikian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Terlepas dari kasus Atalia dan Ridwan Kamil, perceraian pasangan usia lanjut atau yang dikenal dengan istilah gray divorce kini semakin menjadi sorotan. Fenomena ini kerap memicu stigma negatif, mulai dari isu krisis paruh baya hingga dugaan perselingkuhan.

Namun, para ahli menilai realitasnya jauh lebih kompleks. Dikutip dari Psychology Today, banyak individu yang memilih bercerai di usia senja bukan karena keputusan impulsif, melainkan akibat tekanan emosional jangka panjang yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Data menunjukkan angka perceraian pada usia di atas 50 tahun meningkat sejak 1990. Meski demikian, angkanya masih lebih rendah dibandingkan kelompok usia muda. Generasi baby boomer dinilai lebih terbuka terhadap perceraian dibanding generasi sebelumnya.

Beberapa studi mengungkap bahwa riwayat pernikahan menjadi faktor risiko terbesar. Pasangan yang pernah bercerai dan menikah kembali, khususnya dalam pernikahan jangka pendek, memiliki risiko lebih tinggi mengalami perceraian ulang.

Menariknya, kondisi ekonomi yang stabil justru cenderung melindungi pernikahan usia lanjut. Perceraian lebih sering terjadi pada pasangan dengan tekanan ekonomi, tingkat pendidikan rendah, atau kondisi pengangguran.

Konflik berkepanjangan biasanya sudah tertanam sejak lama. Perselingkuhan atau pertengkaran di akhir pernikahan sering kali hanya menjadi gejala, bukan penyebab utama retaknya hubungan.

Meski anak telah dewasa, perceraian orang tua tetap memberi dampak emosional. Hubungan dengan ayah atau ibu dapat berubah, begitu pula dinamika keluarga besar yang telah terbangun bertahun-tahun.

Perceraian di usia lanjut kerap meninggalkan kesedihan jangka panjang. Namun bagi sebagian orang, keputusan tersebut justru membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sehat, tenang, dan bermakna, termasuk kesempatan menemukan kebahagiaan baru.

Fenomena gray divorce jarang terjadi secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil akumulasi ketidakbahagiaan yang berlangsung lama. Meski menyakitkan, bagi sebagian pasangan, perceraian di usia lanjut menjadi pilihan terakhir demi kesehatan emosional dan kualitas hidup yang lebih baik. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA