Asmara Lintas Negara: Alfin Daniel dan McEntee Catherine di SEA Games 2025. JAKARTA, Cuitan.id – Kisah asmara antara Alfin Daniel Pratama dan McEntee Catherine, staf voli putra Thailand, menjadi perbincangan hangat. Momen kemesraan mereka terekam usai laga final SEA Games 2025 antara Indonesia dan Thailand, Jumat malam (20/12/2025).
Alfin, atlet voli Indonesia asal Surabaya, dikenal sebagai simbol harapan baru bola voli Tanah Air. Sementara McEntee, perempuan cerdas asal Thailand, bekerja sebagai asisten pelatih sekaligus penerjemah pelatih kepala Korea Selatan, Park Ki-won.
Pertemuan mereka terjadi secara tak terduga di tengah turnamen internasional yang panas, saat setiap poin sangat menentukan kemenangan. Meski berbeda tim, keduanya sempat tertangkap kamera berbagi tawa dan tatapan hangat di lapangan.
Momen Manis Usai Laga
Usai pertandingan lima set yang menegangkan, Alfin dan McEntee terlihat bercanda mesra. Hitter Thailand, Anurak Phanram, bahkan sempat menggoda mereka, namun McEntee menjaga Alfin dari keisengannya. Momen kecil ini memicu senyum dan rasa haru di kalangan penonton.
Menjaga Cinta di Tengah Tekanan Profesi
Meski hubungan mereka menarik perhatian publik, keduanya tetap mengutamakan profesionalisme. Alfin adalah atlet nasional sekaligus anggota Polri aktif, sedangkan McEntee menjaga fokus tim Thailand sebagai staf teknis. Kisah mereka menjadi bukti bahwa cinta tidak menghalangi profesionalisme, justru bisa menguatkannya.
Jejak Karier Alfin Daniel
Putra dari mantan setter Timnas voli putri, Rita Kurniati, dan pelatih voli Iwan Setiawan, Alfin mengikuti jejak ibunya sebagai tosser. Di usia 23 tahun, ia menjadi salah satu poros penting generasi emas voli Indonesia. SEA V League 2025 membuktikan peran pentingnya sebagai atlet dan figur publik inspiratif.
Siapa McEntee Catherine?
McEntee adalah lulusan manajemen olahraga dari Thailand. Selain menjadi penerjemah, ia berperan penting dalam dinamika pelatih dan pemain, sekaligus bagian tak terduga dari kisah cinta lintas negara ini.
Kisah Alfin dan McEntee menjadi pengingat bahwa cinta bisa muncul di tempat paling tak terduga. Meski berbeda tim dan negara, keduanya membuktikan bahwa di balik sorotan lampu stadion dan riuh suporter, manusiawi dan hubungan personal tetap bisa tumbuh. ***
Tidak ada komentar