Kolase Arief Wismoyono Juara Kerinci 100. KERINCI, Cuitan.id – Arief Wismoyono kembali mengukir prestasi gemilang bagi dunia lari lintas alam Indonesia. Atlet asal Bandung ini mendominasi ajang internasional Kerinci 100 edisi 2026 dengan performa luar biasa. Ia membuktikan ketangguhan mentalnya saat melahap jalur ekstrem menuju atap Sumatra.
Arief memulai langkahnya dari Lapangan M10 Kayu Aro dan langsung memacu kecepatan menuju puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl). Ia menghadapi kombinasi hutan tropis lebat, tanjakan terjal, hingga medan berbatu yang menantang.
Hebatnya, Arief hanya memerlukan waktu 3 jam 18 menit untuk mencapai titik tertinggi. Catatan waktu ini membuatnya unggul jauh dari 28 pelari internasional asal Asia dan Eropa. Strategi manajemen energi yang tepat menjadi kunci sukses Arief dalam memimpin kategori summit.
Perjuangan Arief berlanjut setelah melewati puncak. Ia segera turun menuju Danau Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap. Medan semakin berat saat ia memasuki kawasan Rawa Bento yang penuh lumpur dan vegetasi berduri.
“Hutan belantara dan duri-durinya sungguh seru! Ada juga rawa-rawa datar yang memaksa saya mengatur ritme lari,” ujar Arief saat menyentuh garis finis pada Sabtu malam pukul 21.59 WIB.
Secara total, Arief menuntaskan rute 100 km dalam waktu sekitar 18 jam. Sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai salah satu pelari lintas alam terbaik nasional.
Kesuksesan Kerinci 100 menegaskan potensi besar Jambi dalam sektor sport tourism. Direktur Operasi, Dian Ersukmara, menyebut karakteristik unik Gunung Kerinci sebagai daya tarik utama bagi petualang dunia.
Lintasan yang membelah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini menyuguhkan panorama alam murni serta kekayaan flora dan fauna. Selain berkompetisi, para pelari dapat menikmati keindahan salah satu ekosistem paling berharga di Asia Tenggara.
Bupati Kerinci menyerahkan langsung medali kemenangan kepada Arief Wismoyono sebagai bentuk penghormatan. Prestasi ini mengirim pesan kuat bahwa atlet lokal Indonesia mampu bersaing ketat dengan pelari mancanegara.
Event Kerinci 100 kini bukan sekadar ajang uji nyali, melainkan motor penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata yang kian mendunia. **
Tidak ada komentar