Alasan Sebenarnya Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid Terungkap

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Jan 2026 11:12 53 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idKepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid akhirnya terjawab. Meski diumumkan secara mendadak, pengamat sepak bola Spanyol, Guillem Ballague, menilai keputusan tersebut telah melalui proses panjang dan penuh tekanan internal.

Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Klub menyebut keputusan tersebut diambil secara bersama-sama, kurang dari 24 jam setelah kekalahan Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026.

Pada laga yang digelar di Jeddah itu, Real Madrid harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor tipis 2-3.

Menurut Ballague, kepergian Alonso bukanlah kejutan sesungguhnya. Dalam analisisnya, ia menyebut Alonso tidak pernah mendapatkan kepercayaan penuh dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sejak awal masa jabatannya.

Salah satu faktor utama adalah waktu penunjukan Alonso yang dinilai tidak ideal. Alonso direkrut pada Mei 2025 dan langsung memimpin tim di Piala Dunia Antarklub 2025. Padahal, ia berharap mulai bekerja setelah turnamen tersebut agar bisa mempersiapkan tim secara menyeluruh.

Situasi semakin rumit karena sejumlah rekrutan pemain tidak sesuai dengan keinginan Alonso. Nama Franco Mastantuono disebut sebagai contoh pemain yang belum mampu memberikan dampak signifikan. Selain itu, kegagalan Real Madrid mendatangkan Martin Zubimendi juga disebut memperlemah posisi Alonso.

Hasil buruk di berbagai kompetisi turut memperbesar tekanan. Real Madrid tersingkir di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 oleh PSG, dibantai Atletico Madrid 2-5 di LaLiga, dan kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Meski sempat menang di El Clasico pertama LaLiga pada Oktober lalu, performa tim dinilai tidak konsisten.

Masalah internal ruang ganti juga menjadi sorotan. Vinicius Junior sempat menunjukkan ketidaksenangan terhadap Alonso di tengah pertandingan, sementara beberapa pemain lain disebut tidak sepenuhnya mendukung pendekatan taktik sang pelatih.

Puncak kekecewaan terjadi di final Piala Super Spanyol, ketika Kylian Mbappe dilaporkan memaksa Alonso menolak melakukan guard of honour kepada Barcelona. Insiden tersebut disebut menjadi titik balik yang membuat Alonso merasa cukup.

Dalam total 7 bulan kepelatihannya, Xabi Alonso memimpin Real Madrid dalam 34 pertandingan dengan catatan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.

Sebagai pengganti, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa untuk memimpin Los Blancos ke depan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA