Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Cek Endra, saat menggelar agenda reses di Kabupaten Kerinci. KERINCI, Cuitan.id — Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Cek Endra, membawa angin segar bagi para petani di Kabupaten Kerinci. Saat menggelar agenda reses baru-baru ini, ia menekankan pentingnya merubah cara pandang dalam mengelola potensi kekayaan alam lokal, khususnya komoditas kopi dan kayu manis.
Cek Endra mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses hilirisasi. Menurutnya, Kerinci tidak boleh lagi sekadar mengirim bahan mentah ke luar daerah, melainkan harus mampu memproduksi produk jadi yang bernilai jual tinggi.
Selama ini, Kerinci terkenal sebagai salah satu penghasil kopi dan kayu manis kualitas terbaik di Indonesia. Namun, sebagian besar keuntungan justru mengalir ke pihak luar yang mengolah bahan mentah tersebut.
Cek Endra ingin memutus rantai tersebut agar manfaat ekonomi terbesar kembali ke tangan para petani.
“Kerinci memiliki potensi perkebunan yang luar biasa. Kita harus mengolah hasil bumi ini menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini secara langsung akan memicu pendapatan petani dan memperluas lapangan kerja baru,” ujar Cek Endra.
Ia menambahkan bahwa hilirisasi bukan sekadar mendirikan pabrik atau mengoperasikan mesin pengolahan. Lebih dari itu, langkah ini merupakan upaya membangun ekosistem ekonomi yang solid. Ekosistem ini menghubungkan kelompok tani, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, hingga jaringan pasar yang luas.
melaui sentuhan pengolahan modern seperti penyangraian (roasting), pengemasan elegan, hingga penguatan merek lokal kopi Kerinci bisa langsung menembus pasar ritel global. Begitu pula dengan kayu manis yang dapat bertransformasi menjadi berbagai produk olahan rempah bernilai tinggi.
Selain mengangkat kesejahteraan petani, program hilirisasi ini membuka peluang besar bagi tumbuh kembangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Cek Endra menaruh harapan besar pada peran aktif anak-anak muda di Kerinci.
Ia mendorong generasi milenial dan Gen Z untuk terjun ke sektor agribisnis berbasis teknologi digital.
Beberapa langkah strategis yang perlu mendapat dukungan penuh antara lain:
Inovasi Produk: Mengembangkan ragam varian produk turunan kopi dan kayu manis.
Pemasaran Digital: Memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk menjangkau pembeli nasional maupun internasional.
Kemitraan Strategis: Membangun kolaborasi yang erat antara koperasi tani, UMKM, dan industri skala besar.
Pendampingan & Modal: Menyediakan akses permodalan, pelatihan SDM, serta kemudahan sertifikasi standar mutu produk.
“Saya ingin anak-anak muda Kerinci memandang sektor perkebunan sebagai peluang masa depan yang menjanjikan. Mereka harus berani menciptakan produk unggulan dan membuka lapangan kerja baru,” lanjutnya.
Sebagai wakil rakyat, Cek Endra menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi ini di tingkat pusat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan dapat segera merumuskan langkah nyata.
Bagi Cek Endra, ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak hanya terlihat dari seberapa ton hasil panen yang keluar setiap musim. Indikator utamanya adalah tingkat kenyamanan hidup para petani, menjamurnya UMKM lokal, dan ketersediaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
Melalui hilirisasi terarah, Kabupaten Kerinci siap melangkah lebih jauh—bukan hanya sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi sebagai pusat industri kreatif berbasis perkebunan yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (**
Tidak ada komentar