Hesti Haris Cetak Wirausaha Muda Jambi Lewat Pelatihan Batik Kontemporer

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 09:51 38 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), terus membakar semangat para anak muda Jambi agar berani menjadi wirausaha mandiri. Ia menyampaikan apresiasi tinggi saat meninjau langsung para peserta Pelatihan Batik Kontemporer Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, Mudung Laut, Kota Jambi, Senin (27/7/2026).

Kerja sama antara Dekranasda Provinsi Jambi dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI ini berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Sebanyak 34 peserta muda yang belum melanjutkan pendidikan formal mendapatkan bekal keterampilan membatik sekaligus ilmu kewirausahaan.

Hesti Haris mengaku bangga melihat perkembangan pesat para peserta. Dalam kurun waktu satu bulan, mereka sudah mampu melahirkan karya batik kontemporer yang bernilai seni tinggi.

“Alhamdulillah, dalam waktu relatif singkat, anak-anak muda kita sanggup menghasilkan karya yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa generasi muda Jambi menyimpan potensi besar untuk memajukan industri kreatif berbasis budaya,” ujar Hesti dengan penuh optimistis.

Siap Unjuk Gigi di Panggung Fashion Show

Untuk memperluas jangkauan pasar, Dekranasda Provinsi Jambi siap mempromosikan karya para peserta melalui berbagai ajang fashion show dan pameran resmi daerah. Langkah ini menjadi strategi nyata agar perajin muda Jambi langsung terhubung dengan calon pembeli.

Batik kontemporer sendiri memiliki daya tarik khusus karena menawarkan sentuhan motif yang lebih modern dan dinamis tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Karakter inilah yang sangat diminati oleh pasar anak muda saat ini.

Hesti menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama agar batik Jambi terus relevan dengan perkembangan zaman.

Kunci Sukses Usaha: Utamakan Kualitas Produk

Selain memberikan dorongan moral, Hesti Haris juga membagikan pesan penting terkait prinsip dasar dalam menjalankan bisnis. Ia mengingatkan para perajin muda untuk selalu menjaga mutu produk agar mampu bersaing secara profesional di pasar nasional.

“Masyarakat membeli produk kita bukan karena rasa kasihan, melainkan karena kualitasnya yang memang bagus. Karena itu, teruslah belajar, berinovasi, dan jaga mutu dari setiap helai kain yang kalian buat,” tegas Hesti.

Ia berharap program PKW ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Melalui pelatihan terpadu seperti ini, Pemerintah Provinsi Jambi tidak hanya melestarikan warisan budaya batik, tetapi juga membuka pundi-pundi ekonomi baru serta menekan angka pengangguran di kalangan usia muda. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA