Persaingan Sengit! Gemini dan Claude Mulai Geser ChatGPT

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Jun 2026 11:00 7 admincuitan

Cuitan.id – Dominasi mutlak ChatGPT di jagat kecerdasan buatan (AI) kini menghadapi tantangan yang sangat serius. Untuk pertama kalinya sejak era AI generatif meledak, pangsa pasar ChatGPT resmi merosot hingga di bawah 50 persen. Platform besutan OpenAI ini harus rela berbagi panggung seiring melejitnya popularitas dua pesaing beratnya, Google Gemini dan Anthropic Claude.

Firma analitik Sensor Tower mengungkap fenomena menarik ini dalam laporan terbaru mereka, State of AI Report 2026. Meskipun mengalami penurunan pangsa pasar, ChatGPT sebenarnya masih memegang mahkota sebagai chatbot paling populer. Platform ini mengantongi lebih dari 1,1 miliar pengguna aktif bulanan. Angka tersebut masih berada di atas Google Gemini yang mencatat 662 juta pengguna, serta Claude di posisi ketiga dengan 245 juta pengguna bulanan.

Pangsa Pasar ChatGPT Merosot ke Angka 46,4 Persen

Jika kita melihat ke belakang pada Januari 2026, ChatGPT sebenarnya masih menguasai lebih dari separuh pasar asisten AI global. Namun, peta persaingan berubah drastis hanya dalam beberapa bulan. Pada akhir Mei 2026, pangsa pasar ChatGPT menyusut hingga menyentuh angka 46,4 persen.

Penurunan ini menjadi berkah bagi para pesaingnya. Google Gemini langsung melesat dan kini menguasai 27,7 persen pasar. Sementara itu, Claude sukses mengamankan porsi 10,3 persen. Sisa pasar lainnya masih menjadi rebutan pemain-pemain lini kedua seperti Grok milik xAI, Perplexity, DeepSeek, dan Meta AI yang masing-masing masih tertahan di bawah angka lima persen. Data ini menjadi bukti kuat bahwa pengguna teknologi kini memiliki banyak pilihan dan tidak lagi bergantung pada satu aplikasi saja.

Alasan Pengguna Mulai Berpaling dan Mencoba Platform Lain

Laporan Sensor Tower juga menemukan satu tren humanis yang menarik: pengguna masa kini sangat mudah berpindah hati dari satu asisten AI ke asisten lainnya. Keputusan mereka untuk mengganti aplikasi ternyata sangat bergantung pada momentum dan kebijakan perusahaan pemilik AI tersebut.

Sebagai contoh, keputusan OpenAI menjalin kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) pada Februari lalu langsung memicu reaksi negatif. Banyak pengguna yang kecewa dan memilih untuk menghapus aplikasi ChatGPT dari ponsel mereka. Fenomena ini membuktikan bahwa faktor kepercayaan, privasi, dan nilai-nilai moral perusahaan kini menjadi pertimbangan utama pengguna dalam memilih teknologi, bukan sekadar kelengkapan fitur.

Di sisi lain, Gemini mendulang untung besar karena terintegrasi langsung dengan ekosistem Google yang akrab dengan keseharian masyarakat. Sementara itu, Claude berhasil memikat hati para profesional karena kemampuannya yang sangat kuat dalam mendukung produktivitas dan urusan pekerjaan.

Bisnis AI Semakin Raksasa dan Menguntungkan

Industri kecerdasan buatan terus mencetak angka pertumbuhan yang fantastis. Sensor Tower memproyeksikan masyarakat global akan mengunduh hampir 2,3 miliaran aplikasi AI sepanjang paruh pertama tahun 2026 ini.

Dunia bisnis AI juga semakin basah. Total belanja pengguna untuk aplikasi pintar ini berpotensi menembus angka USD4,2 miliar (sekitar Rp68 triliun). Angka ini melonjak tajam dari periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh USD1,83 miliar. Walaupun grafik pertumbuhan mulai melandai, perputaran uang yang masif ini menandakan bahwa industri AI telah masuk ke fase bisnis yang lebih matang dan stabil. Perusahaan AI kini fokus mencari keuntungan yang berkelanjutan, bukan sekadar berburu angka unduhan.

Claude Paling Jago Jual Fitur Berbayar, ChatGPT Mulai Pasang Iklan

Dalam urusan mengubah pengguna gratisan menjadi pelanggan setia, Anthropic Claude tampil sebagai pemenang. Sekitar 13 persen pengguna Claude rela merogoh kocek untuk berlangganan paket premium. Angka konversi ini menjadi yang tertinggi di industri AI saat ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi para investor.

Di kubu seberang, OpenAI juga tidak tinggal diam dan terus memutar otak untuk mencari sumber pendapatan baru. Sejak Februari 2026, OpenAI mulai menyisipkan iklan di dalam platform ChatGPT. Hasilnya, per Mei kemarin, sekitar 17 persen pengguna aktif harian sudah mulai melihat iklan saat menggunakan chatbot ini.

Sektor perangkat lunak, belanja online, hiburan, serta industri makanan menjadi penyumbang iklan terbesar di ChatGPT. Menariknya lagi, ChatGPT sekarang juga aktif mengarahkan para penggunanya untuk berbelanja di ritel raksasa seperti Walmart, Costco, dan Target lewat fitur belanja berbasis AI terbaru mereka. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA