Bedah Spesifikasi Triumph Scrambler 400 XC, Apa Bedanya dengan Tipe X?(KOMPAS.com) Cuitan.id – Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat mulai menggoyang industri otomotif tanah air. Kali ini, pasar motor premium yang merasakan dampaknya secara langsung.
Agen pemegang merek Triumph Motorcycles Indonesia bahkan sudah memberi sinyal kuat akan menaikkan harga jual produk mereka dalam waktu dekat.
Director Triumph Motorcycles Indonesia, Joe Frans, mengakui bahwa kondisi kurs mata uang saat ini menjadi tantangan berat bagi para pebisnis. Terutama bagi mereka yang mendatangkan kendaraan secara utuh (CBU) dari luar negeri.
Untuk menyiasati situasi ini, Triumph menerapkan strategi khusus. Mereka baru saja merilis produk terbaru, Scrambler 400 XC, dengan harga spesial Rp199 juta. Namun, harga khusus ini hanya berlaku untuk 30 pembeli pertama.
Langkah ini menjadi upaya keras dari pihak Triumph agar tetap bisa menawarkan harga yang kompetitif bagi pencinta motor gede di Indonesia.
“Kami berusaha keras menjaga harga ini. Sebenarnya target pribadi kami adalah mempertahankan harganya agar tetap di bawah Rp200 juta,” ungkap Joe saat kami temui di Jakarta.
Meski begitu, Joe menegaskan bahwa kenaikan harga tidak bisa runtuh begitu saja setelah kuota 30 unit pertama habis. Tim internal Triumph saat ini sedang menghitung ulang nominal kenaikan harga untuk kloter berikutnya, sambil melihat momentum kedatangan unit baru.
Bagi Anda yang sudah memesan model sebelumnya seperti Speed 400 dan Scrambler 400X, Anda bisa bernapas lega. Saat meluncur di ajang IIMS 2026, kedua motor ini masing-masing memiliki banderol Rp160 juta dan Rp180 juta.
Joe memastikan bahwa konsumen yang sudah memesan sejak pameran IIMS tidak perlu mengkhawatirkan pembengkakan biaya. Triumph berkomitmen penuh untuk mengunci harga sesuai dengan kesepakatan awal saat konsumen melakukan pemesanan.
“Hingga hari ini, antrean pesanan untuk Speed dan Scrambler X sudah cukup panjang. Kami harus menghormati komitmen awal dengan konsumen saat mereka sepakat membeli. Jadi, untuk unit-unit ini kami pastikan belum ada kenaikan harga sama sekali,” tegas Joe.
Walaupun Triumph masih melindungi konsumen gelombang pertama, situasi ini tidak akan bertahan lama. Jika kondisi ekonomi terus menekan dan nilai tukar rupiah tak kunjung membaik, Triumph terpaksa melakukan penyesuaian harga secara menyeluruh.
“Namun, kami tidak menutup kemungkinan bahwa kenaikan harga itu bisa terjadi dalam waktu satu atau dua bulan ke depan,” tambah Joe.
Kabar baiknya, badai kenaikan harga ini belum menyentuh layanan purnajual. Triumph menjamin harga suku cadang, aksesori resmi, hingga apparel motor masih menggunakan harga lama yang bersahabat. Pasalnya, barang-barang pelengkap tersebut merupakan stok baru yang harganya belum terpengaruh oleh penyesuaian berkala. **
Tidak ada komentar