Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Utamakan Anak Miskin, Bukan Nilai Akademik

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 13:00 71 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Untuk mensosialisasikan dan sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat tentang proses pembelajaran Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menggelar acara open house Sekolah Rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sentra Alyatama Jambi, Jumat (05/06/2026).

Kunjungan kerja tersebut, Gus Ipul didampingi oleh Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus atau HBA, Zulfikar Achmad, serta sejumlah tokoh dan perwakilan pemerintah daerah.

Dalam Kunker itu, Mensos Gus Ipul berdialog langsung dengan siswa, guru, orang tua siswa, serta calon siswa Sekolah Rakyat. Mensos menegaskan, siswa Sekolah Rakyat bukan dipilih berdasarkan seleksi akademik, melainkan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar tidak mampu.

“Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anak-anak  diberi kesempatan memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto. Program ini mengusung konsep sekolah berasrama, di mana siswa mendapat pendampingan selama 24 jam dengan fasilitas yang mendukung proses belajar.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat melayani tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Para siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dibimbing oleh guru, wali asrama, dan wali asuh dalam kegiatan sehari-hari. “Proses pembelajaran sudah dimulai sejak 14 Juli 2025. Saat ini Sekolah Rakyat beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat di Sentra Alyatama Jambi saat ini masih menggunakan gedung sementara milik Kementerian Sosial. Sementara itu, pemerintah juga sedang membangun lebih dari 100 titik gedung permanen Sekolah Rakyat.

Mensos mengaku senang melihat perkembangan siswa Sekolah Rakyat di Kota Jambi. Setelah sekitar 10 bulan mengikuti pembelajaran, para siswa dinilai semakin percaya diri, sehat, disiplin, dan betah berada di lingkungan sekolah. “Saya gembira, anak-anak kita terlihat makin percaya diri. Pertumbuhan fisiknya juga cukup bagus, makin sehat, lebih disiplin, dan semakin betah mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi yang telah mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini tidak bisa berjalan sendiri karena melibatkan banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, penetapan siswa Sekolah Rakyat dilakukan oleh pemerintah daerah. Jika lahan sekolah disediakan oleh bupati atau wali kota, maka siswa yang dapat bersekolah berasal dari kabupaten atau kota tersebut. Namun jika lahan disediakan oleh gubernur, maka siswa dapat berasal dari seluruh kabupaten/kota dalam provinsi.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan ucapan terima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi. Al Haris menyebutkan bahwa program ini menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami berterima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat ini. Ini murni program Bapak Presiden dan Kementerian Sosial,” ujar Al Haris.

Gubernur mengatakan, Pemprov Jambi akan mendorong seluruh kabupaten/kota agar ikut menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Syarat utamanya, lahan tersebut harus aman secara hukum dan kemudian akan diverifikasi oleh kementerian. “Kalau kepala daerahnya aktif, tentu akan lebih cepat. Tapi kalau lamban, bisa saja terbangun belakangan,” katanya.

Saat ini, kata Al Haris, sudah ada dua lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun, yakni di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Selain itu, enam lokasi lainnya juga sedang berproses, yakni Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun.

Al Haris mernaruh harapan besar dengankeberadaan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk keluar dari keterbatasan. Beliau mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah di Jambi untuk bergerak cepat mensukseskan program mulia ini. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA