Sering Lelah Meski Cukup Tidur? Waspada Gejala Awal Lupus

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 06:00 5 admincuitan

Cuitan.id – Banyak orang menganggap rasa lelah setelah seharian beraktivitas sebagai hal yang wajar. Biasanya, tubuh akan kembali segar setelah beristirahat atau tidur yang cukup. Namun, Anda perlu waspada jika rasa lelah tersebut tidak kunjung hilang. Bagi wanita muda, kelelahan ekstrem yang tidak biasa bisa menjadi alarm awal penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus.

Para ahli medis sering menjuluki lupus sebagai “penyakit seribu wajah”. Istilah ini muncul karena gejala lupus sangat beragam dan kerap meniru penyakit lain.

Dokter spesialis reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, menjelaskan makna kelelahan (fatigue) pada pasien autoimun dalam acara World Lupus Day Media Conference bersama AstraZeneca Indonesia di Jakarta baru-baru ini. Menurutnya, kelelahan akibat autoimun merupakan kondisi yang tidak wajar. Pasien tetap merasa lelah berkepanjangan meskipun tidak melakukan aktivitas berat dan sudah tidur dengan cukup.

Sayangnya, masyarakat luas masih sering meremehkan gejala awal ini. Banyak orang mengira kelelahan tersebut hanya efek samping pekerjaan, alergi biasa, atau nyeri sendi akibat kelelahan. Akibatnya, pasien baru menemui dokter setelah penyakitnya berkembang ke tahap yang lebih parah.

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun kronis. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan, sehingga berbalik menyerang jaringan dan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini memicu peradangan di berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, sendi, sel darah, hingga organ vital seperti ginjal, paru-paru, jantung, dan otak.

Hingga saat ini, dunia medis memang belum menemukan obat untuk menyembuhkan lupus secara total. Meski begitu, pasien tetap bisa mengendalikan gejala penyakit ini dan hidup produktif asalkan mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat sejak dini.

Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Karena gejalanya mirip dengan penyakit ringan, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap lupus. Dr. Sandra mengingatkan para wanita muda untuk segera berkonsultasi ke dokter jika merasakan kombinasi beberapa gejala berikut secara berulang:

  1. Kelelahan ekstrem yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat.

  2. Rasa nyeri atau pembengkakan pada area sendi.

  3. Kerontokan rambut dalam jumlah yang tidak wajar.

  4. Sariawan yang sangat sering kambuh.

  5. Munculnya ruam kemerahan pada kulit, terutama di area pipi dan hidung yang menyerupai bentuk kupu-kupu (butterfly rash).

“Segera periksakan diri ke dokter spesialis jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sebelum penyakit menyerang organ vital,” tegas dr. Sandra.

Mengapa Lupus Lebih Sering Menyerang Wanita Muda?

Lupus sebenarnya dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, data medis menunjukkan bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang wanita pada usia produktif, yaitu antara 15 hingga 45 tahun. Indonesia bahkan mencatat angka kasus lupus yang cukup tinggi pada kelompok usia ini.

Para peneliti menduga dua faktor utama berikut menjadi pemicunya:

  • Hormon Estrogen: Hormon ini dapat memengaruhi aktivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit autoimun pada wanita.

  • Faktor Genetik: Kelainan pada kromosom tertentu dan faktor keturunan turut memperbesar risiko seseorang terkena lupus.

Jangan Tunda Diagnosis Sebelum Organ Tubuh Rusak

Tantangan terbesar dalam penanganan lupus adalah keterlambatan diagnosis. Dalam kesempatan yang sama, Medical Director AstraZeneca Indonesia, dr. Feddy, mengungkapkan bahwa proses diagnosis lupus bisa memakan waktu hingga enam tahun.

Padahal, kerusakan organ tubuh bisa terjadi jauh sebelum dokter berhasil mengidentifikasi penyakit tersebut. Menunda pemeriksaan karena mengira hanya sakit ringan bisa berdampak fatal bagi keselamatan pasien.

“Kunci utama untuk meredam serangan (flare) autoimun adalah penanganan yang cepat dan tepat oleh dokter spesialis reumatologi, sebelum penyakit ini merusak organ-organ vital Anda,” pungkas dr. Feddy. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA