Gerak Cepat, Dinas PUPR Kerinci Sisir Lokasi Banjir Tanjung Pauh

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 22:04 203 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci pada Rabu (20/5/2026) sore memicu terjadinya banjir di sejumlah titik.

Setidaknya terdapat lima desa kawasan Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat menjadi salah satu wilayah yang menerima dampak paling parah.

Intensitas hujan yang sangat tinggi membuat air perbukitan turun dengan deras dan langsung menerjang permukiman. Situasi ini sempat memicu kepanikan warga karena air datang dengan begitu cepat.

Jalan Protokol Meluap, Lalu Lintas Lumpuh

Tak hanya merendam rumah-rumah warga, luapan air yang membawa material lumpur juga menggenangi badan Jalan Depati Parbo. Arus air yang sangat kuat membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Akibatnya, jalur lalu lintas utama di kawasan tersebut mengalami kelumpuhan total selama beberapa jam.

Sementara itu, warga setempat langsung saling bahu-bahu membersihkan sisa air dan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Mereka tetap waspada sambil terus memantau kondisi langit yang masih mendung, mengantisipasi adanya banjir susulan.

Bupati Monadi Instruksikan Tim Gabungan Turun ke Lokasi

Mendengar kabar musibah ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci bergerak taktis. Bupati Kerinci, Monadi, langsung menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna membantu warga dan memetakan masalah.

Tepat pukul 19.30 WIB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kerinci dan Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, tiba di lokasi banjir untuk meninjau situasi secara langsung.

Dinas PUPR dan Kecamatan Cari Solusi Jangka Panjang

Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri, menjelaskan bahwa timnya sudah menelusuri hulu aliran air yang menjadi penyebab utama banjir bandang ini.

“Hasil pantauan sementara menunjukkan debit air yang sangat besar datang dari arah perbukitan dan langsung masuk ke rumah warga. Kami sedang mencari titik sentral penyumbat aliran air agar bisa langsung mengeksekusi solusi teknis, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Maya saat berada di lokasi.

Di sisi lain, Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, memilih pendekatan persuasif dengan melibatkan masyarakat setempat sebelum melakukan normalisasi fisik.

“Besok pagi, kami akan menggelar musyawarah (hearing) bersama seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah terdampak. Kami ingin mendengar masukan warga terlebih dahulu. Setelah mencapai kesepakatan bersama, barulah tim teknis akan mengeksekusi tindakan di lapangan,” jelas Noverman.

Warga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bisa merealisasikan solusi permanen dengan cepat. Mengingat cuaca ekstrem masih mengintai, normalisasi saluran air menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa rasa cemas. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA