Menjaga Alam Lewat Tradisi: IAIN Kerinci Luncurkan SACRED Ecological Project 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 17:31 8 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Alam dan manusia adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Prinsip inilah yang mendorong IAIN Kerinci menggelar Seminar Diseminasi SACRED Ecological Project 2026 di Aula SBSN, Selasa (12/5). Forum ini menjadi ruang hangat untuk berbagi cerita tentang bagaimana masyarakat lokal Kerinci menjaga hutan dan air mereka melalui warisan leluhur.

Kehadiran tokoh penting seperti Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, Bupati Kerinci Monadi, serta perwakilan Wahid Foundation dan Temasek Foundation, menegaskan bahwa urusan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Mengubah Tradisi Menjadi Warisan Akademik

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, menekankan bahwa kampus punya tugas moral untuk memotret dan membukukan pengetahuan tradisional. Ia tidak ingin modernisasi menelan nilai-nilai luhur yang sudah terbukti ampuh menjaga ekosistem selama ratusan tahun.

“Kami di IAIN Kerinci berkomitmen penuh mendukung pelestarian riset dan pengabdian masyarakat. Kami ingin memastikan kearifan lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ungkap Dr. Jafar dengan optimis.

Kerinci: Harmoni Manusia dan Semesta

Senada dengan Rektor, Bupati Kerinci Monadi menyoroti kedekatan emosional warga Kerinci dengan alam. Baginya, tradisi bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan fondasi kokoh untuk menjaga keseimbangan bumi. Ia mengajak anak muda untuk mulai bangga dan terlibat aktif dalam menjaga budaya daerah mereka sendiri.

Dokumentasi untuk Masa Depan

Libasut Taqwa dari Wahid Foundation menjelaskan bahwa proyek ini fokus pada pendokumentasian hubungan manusia dan alam. Dengan dukungan Temasek Foundation, mereka yakin pendekatan budaya jauh lebih efektif untuk membangun kesadaran lingkungan daripada sekadar teori formal.

Sementara itu, Luqyana Azmiya Putri selaku Project Leader, berharap hasil kerja lapangan timnya bisa menjadi referensi penting bagi dunia akademik dan masyarakat luas.

“Kami ingin proyek ini memberi manfaat nyata dan jangka panjang bagi kelestarian ekologi berbasis budaya lokal,” tutur Luqyana.

FAQ: Mengenal SACRED Ecological Project 2026

1. Apa itu SACRED Ecological Project 2026? Ini adalah inisiatif pendokumentasian pengetahuan tradisional masyarakat terkait cara mereka berinteraksi dengan alam dan menjaga ekosistem lingkungan.

2. Siapa saja yang terlibat dalam proyek ini? Proyek ini merupakan kolaborasi antara IAIN Kerinci, Wahid Foundation, dan Temasek Foundation, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.

3. Mengapa kearifan lokal penting untuk lingkungan? Karena masyarakat lokal biasanya memiliki aturan adat dan nilai-nilai moral yang sangat menghormati alam, yang seringkali lebih efektif dalam mencegah kerusakan lingkungan secara alami.

4. Apa tujuan utama dari seminar diseminasi ini? Tujuannya adalah menyebarluaskan hasil riset dan dokumentasi lapangan agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi publik dan referensi bagi kebijakan lingkungan di masa depan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA