Rekor Baru! iPhone 17 Jadi Ponsel Paling Laris dalam Sejarah Apple

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 13:00 11 admincuitan

Cuitan.id – Apple baru saja mengukir pencapaian luar biasa melalui lini iPhone 17 series. Perusahaan raksasa asal Cupertino ini mengonfirmasi bahwa keluarga smartphone terbaru mereka resmi menjadi jajaran iPhone paling populer sepanjang sejarah perusahaan.

Kabar gembira ini meluncur langsung dari CFO Apple, Kevan Parekh. Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Parekh menegaskan bahwa minat konsumen terhadap generasi terbaru ini melampaui semua seri pendahulunya.

“Seri iPhone 17 kini menduduki posisi sebagai lini produk terpopuler dalam sejarah kami,” ungkap Parekh pada Minggu (3/5/2026).

Permintaan Tinggi yang Terganjal Pasokan

Meski Apple belum merilis detail angka penjualan tiap model, sinyal kesuksesan terlihat jelas pada iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan varian baru iPhone Air. Keempatnya mendapat sambutan hangat dari para pecinta gadget di seluruh dunia.

CEO Apple, Tim Cook, juga membenarkan fenomena ini. Dalam wawancara dengan Reuters, Cook mengakui bahwa permintaan pasar melonjak sangat tinggi. Namun, ia juga mengungkapkan sebuah tantangan besar: Apple sedang berjuang melawan keterbatasan pasokan.

“Permintaan konsumen sangat luar biasa. Saat ini, rantai pasokan kami kurang fleksibel untuk menyediakan suku cadang dalam jumlah lebih banyak secara cepat,” jelas Cook.

Penyebab utama kendala ini adalah terbatasnya persediaan chip A19 dan A19 Pro. TSMC, selaku mitra manufaktur chip Apple, saat ini tengah memprioritaskan produksi komponen AI (Kecerdasan Buatan) yang juga sedang meledak di pasar global.

MacBook Neo: Primadona Baru di Dunia Pendidikan

Selain iPhone, Apple juga memetik kesuksesan lewat MacBook Neo. Laptop ini menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan pada kuartal kedua fiskal tahun ini.

Hadir dengan harga yang sangat kompetitif, yakni USD 500 (khusus pelajar), MacBook Neo berhasil mencuri perhatian pasar pendidikan.

Berkat laptop ini, divisi Mac mencatatkan pendapatan sebesar USD 8,4 miliar, melampaui target awal para analis yang hanya mematok USD 8,02 miliar.

Bisnis Layanan Terus Meroket

Tidak hanya perangkat keras, ekosistem digital Apple juga menunjukkan taji. Bisnis layanan yang mencakup App Store, Apple Music, hingga iCloud menyumbang pendapatan fantastis sebesar USD 30,98 miliar.

Angka ini membuktikan bahwa meskipun menghadapi pengawasan ketat dari regulator di Eropa, loyalitas pengguna terhadap layanan digital Apple tetap tidak tergoyahkan.

Menatap Masa Depan: Tantangan iPhone 18

Kesuksesan besar di tahun 2026 ini membawa tantangan baru bagi masa depan. Meningkatnya harga chip memori (RAM) serta ketatnya persaingan produksi chip diprediksi akan berdampak pada pengembangan iPhone 18 yang rencananya meluncur pada September 2026 mendatang.

Apple kini harus memutar otak agar tren positif ini terus berlanjut di tengah ketidakpastian rantai pasok global. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA