Ekuinoks Maret 2026: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mar 2026 09:08 7 admincuitan

Cuitan.id – Fenomena Ekuinoks Maret terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026. Pada momen ini, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga penyinaran terasa lebih maksimal di wilayah Indonesia.

Fakta Menarik Ekuinoks

1. Arti dan Asal Kata
Istilah ekuinoks berasal dari bahasa Latin equinoctis, yang berarti “malam yang sama”. Fenomena ini membuat belahan Bumi utara dan selatan menerima cahaya Matahari dalam jumlah yang hampir sama.

2. Hari Tanpa Bayangan
Saat Matahari tepat di titik zenith (di atas kepala), bayangan benda tegak menghilang sesaat. Kota seperti Pontianak yang berada di garis khatulistiwa sering mengalami fenomena ini.

3. Siang dan Malam Hampir Sama
Ekuinoks membuat durasi siang dan malam di seluruh dunia hampir seimbang. Meski begitu, waktunya tidak selalu persis 12 jam karena pengaruh atmosfer.

4. Terjadi Dua Kali Setahun
Ekuinoks muncul setiap Maret dan September. Maret menandai awal musim semi di belahan selatan dan musim gugur di belahan utara.

5. Tanda Pergantian Musim di Indonesia
Di Indonesia, ekuinoks Maret menandai peralihan dari musim hujan ke kemarau. Sementara ekuinoks September menandai perubahan sebaliknya.

6. Sudah Diamati Sejak Zaman Kuno
Peradaban kuno telah lama memanfaatkan ekuinoks untuk menentukan waktu tanam dan panen. Bahkan, beberapa budaya menjadikannya bagian dari tradisi dan ritual.

Fenomena ekuinoks bukan sekadar peristiwa astronomi, tetapi juga penanda penting dalam kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu—mulai dari pertanian hingga budaya. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA