Bahaya Menahan Pipis Saat Mudik Lebaran, Bisa Picu Infeksi hingga Gangguan Ginjal

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Mar 2026 06:00 5 admincuitan

Cuitan.id – Perjalanan mudik Lebaran sering diwarnai kemacetan panjang. Kondisi ini membuat banyak pemudik terpaksa menahan buang air kecil karena sulit menemukan rest area atau tempat berhenti.

Tahun ini jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143 juta orang. Puncak arus mudik di prediksi terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret.

Di tengah perjalanan yang padat, sebagian orang memilih menahan pipis agar perjalanan tetap lancar. Namun, kebiasaan ini ternyata berisiko bagi kesehatan jika di lakukan terlalu sering.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Yosua Marulitua Manullang menjelaskan bahwa menahan pipis sesekali masih tergolong aman. Namun, ia tidak menyarankan kebiasaan tersebut di lakukan berulang dalam waktu lama.

“Kalau satu dua kali dengan interval sekitar 1–2 jam masih cukup aman, tapi jangan terlalu sering,” jelasnya dalam acara media gathering bersama Siloam Hospitals Mampang.

Risiko Infeksi Saluran Kemih

Kandung kemih tidak di rancang untuk menahan urine dalam waktu lama. Ketika seseorang menunda buang air kecil, bakteri lebih mudah berkembang di dalam saluran kemih.

Jika kondisi ini terjadi berulang, terutama saat terjebak macet dan sulit menemukan rest area, risiko infeksi saluran kemih bisa meningkat.

Infeksi ini biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri di perut bagian bawah, rasa ingin buang air kecil terus-menerus (anyang-anyangan), hingga demam.

Bisa Berdampak pada Ginjal

Menahan pipis terlalu lama juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Duduk terlalu lama saat mengemudi dan menahan urine berpotensi memicu aliran balik urine atau refluks.

Kondisi ini memungkinkan bakteri dari saluran kemih bagian bawah naik ke ginjal dan memicu infeksi yang di kenal sebagai pielonefritis.

Akibatnya, seseorang bisa merasakan nyeri di area ginjal, kolik renal, hingga infeksi yang lebih serius.

Tetap Minum Air Putih

Meski perjalanan jauh sering membuat orang khawatir harus sering ke toilet, dokter tetap menyarankan pemudik untuk tidak mengurangi minum air putih.

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar ginjal dapat bekerja dengan baik. Risiko dehidrasi justru lebih berbahaya bagi kesehatan selama perjalanan.

Karena itu, pemudik sebaiknya tetap menjaga asupan cairan dan memanfaatkan rest area atau tempat istirahat untuk buang air kecil secara teratur. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA