Tanda Malam Lailatul Qadar: Sejuk, Tenang, dan Matahari Pagi Lembut. Ilustrasi Gemini AI Cuitan.id – Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh berkah, lebih baik dari seribu bulan, dan momen turunnya rahmat Allah SWT. Umat Islam banyak yang menunggu malam ini, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Malam Tenang, Sejuk, dan Damai
Dikutip dari buku Umat Bertanya Ulama Menjawab Seri A karya KH Drs Ahmad Dimyati Badruzzaman, salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan menyejukkan.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang penuh kedamaian.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud Ath-Thayalisi disebutkan:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ
Artinya:
“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin.”
Hadis ini menunjukkan bahwa suasana malam tersebut terasa nyaman dan menenangkan bagi orang yang beribadah.
Matahari Terbit Tidak Menyilaukan
Tanda lain dari Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya, yaitu ketika matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Ubay bin Ka’b.
أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا
Artinya:
“Pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.”
(HR. Muslim)
Riwayat yang sama juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, yang menegaskan bahwa matahari pada pagi setelah Lailatul Qadar tampak berwarna putih lembut tanpa cahaya yang menyengat.
Penjelasan Ulama tentang Fenomena Ini
Imam Nawawi menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi pada malam Lailatul Qadar.
Menurut beliau, pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi hingga waktu fajar. Kehadiran mereka membuat suasana malam menjadi sangat hening, damai, dan penuh keberkahan.
Ketika fajar tiba dan matahari terbit, para malaikat kembali naik ke langit. Dalam proses itu, sayap-sayap malaikat seakan menutupi cahaya matahari sehingga sinarnya tampak tidak menyilaukan.
Penjelasan ini juga disebutkan dalam sejumlah kitab ulama, seperti Tafsir Durrul Mantsur karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, serta Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi.
Fokus pada Ibadah
Meski ada tanda-tanda tersebut, ulama menekankan pentingnya memperbanyak ibadah. Shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa merupakan amalan utama. Rasulullah SAW menganjurkan doa:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Dengan istiqomah beribadah, setiap muslim bisa merasakan keberkahan malam yang istimewa ini. **
Tidak ada komentar