4 Tips Asupan Sahur dan Buka Puasa Supaya Tidak Lemas

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 18:00 5 admincuitan

Cuitan.id – Perubahan pola makan saat Ramadan membuat banyak orang memilih makanan instan dan olahan demi kepraktisan. Erwin Setiawan, Quality Assurance Specialist di industri food and beverage sekaligus kreator TikTok @anakpanganindonesia, membagikan panduan agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.

1. Kontrol Asupan Natrium Saat Sahur

Makanan seperti mi instan, sosis, dan burger mengandung natrium tinggi. Satu porsi mi instan bisa mengandung sekitar 840 mg natrium atau hampir 50 persen dari batas harian 2.000 mg.

Konsumsi natrium berlebih saat sahur memicu rasa haus berlebihan dan membuat tubuh cepat lemas di siang hari. Batasi makanan tinggi garam dan imbangi dengan menu segar.

2. Konsumsi Pisang dan Pir untuk Seimbangkan Natrium

Setelah menyantap makanan tinggi natrium, konsumsi buah seperti pisang atau pir. Kedua buah ini mengandung potasium yang membantu tubuh membuang kelebihan natrium melalui urine.

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengurangi risiko haus berlebihan saat puasa.

3. Awali Berbuka dengan Air Putih dan Kurma

Saat berbuka, tubuh membutuhkan gula untuk memulihkan energi. Namun, hindari lonjakan gula darah akibat konsumsi minuman manis berlebihan.

Minum 250 ml air putih terlebih dahulu, lalu konsumsi kurma. Kurma mengandung gula alami dan serat yang membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus mengembalikan energi secara bertahap.

Perhatikan juga batas gula harian, yaitu maksimal 50 gram per hari. Satu minuman serbuk manis bisa mengandung sekitar 10 gram gula, sehingga kuota cepat habis jika tidak dikontrol.

4. Cermat Membaca Label Komposisi Makanan

Saat membeli frozen food atau makanan kaleng, periksa urutan komposisi pada label. Bahan pertama menunjukkan kandungan terbanyak.

Jika membeli nugget ayam, pastikan daging ayam tercantum di urutan pertama dengan persentase ideal di atas 65–70 persen. Hindari produk yang lebih banyak mengandung tepung dibanding daging.

Untuk makanan kaleng seperti sarden, konsumsi maksimal tiga kali seminggu karena kandungan natriumnya cukup tinggi. Batasi juga produk ultra processed food seperti nugget, sosis, bakso, dan daging burger maksimal satu kali seminggu.

Pilih frozen food dengan masa simpan relatif singkat, sekitar satu minggu, karena biasanya mengandung lebih sedikit pengawet dan mengandalkan kemasan sebagai perlindungan utama.

Dengan mengontrol natrium, membatasi gula, serta memilih produk berdasarkan label komposisi, kamu bisa menjalani puasa dengan tubuh lebih segar, kuat, dan tetap sehat sepanjang Ramadan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA