Kenapa Makanan Ultra Proses Terasa Enak? Ini Dampak Seriusnya bagi Jantung

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Feb 2026 06:00 4 admincuitan

Cuitan.idMakanan ultra proses terasa lezat, praktis, dan sulit ditolak. Namun, studi terbaru menunjukkan konsumsi tinggi makanan jenis ini meningkatkan risiko penyakit jantung hingga hampir 47 persen.

Laporan Kompas.com (22/2/2026) mengutip ulasan di Forbes terkait penelitian dalam The American Journal of Medicine. Studi tersebut melibatkan hampir 4.700 orang dewasa dan menemukan hubungan kuat antara konsumsi makanan ultra proses dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Mengapa Rasanya Sangat Enak?

Produsen merancang makanan ultra proses melalui berbagai tahapan industri dan menambahkan pengawet, penstabil, gula tambahan, garam, serta campuran lemak tertentu.

Kombinasi lemak, karbohidrat, dan natrium dalam takaran khusus merangsang pusat kesenangan di otak. Efek ini membuat seseorang ingin terus makan.

Produk seperti mi instan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji juga menawarkan kepraktisan bagi masyarakat modern yang serba sibuk. Rasa kuat dan kemudahan penyajian membuat konsumsinya terus meningkat.

Mengapa Membuat Orang Makan Lebih Banyak?

Penelitian dalam jurnal Cell Metabolism (7/10/2025) menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultra proses cenderung makan lebih banyak kalori dalam satu waktu di bandingkan makanan minim proses.

Asupan kalori berlebih memicu kenaikan berat badan, peningkatan kadar lemak darah, serta gangguan metabolisme. Studi tersebut juga menemukan peningkatan peradangan dan stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan sel lebih cepat dan risiko penyakit kronis.

Dampak pada Jantung dan Tubuh

Konsumsi rutin makanan ultra proses berkaitan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan perubahan hormonal yang memengaruhi metabolisme energi.

Dalam jangka panjang, pola makan ini memperbesar risiko serangan jantung, gagal jantung, serta komplikasi serius lainnya. Sejumlah penelitian juga mencatat penurunan kualitas sperma pada pria yang terlalu sering mengonsumsi makanan ultra proses.

Sulit Dihindari, Tapi Bisa Dibatasi

Makanan ultra proses telah menjadi bagian dari pola makan modern. Namun, Anda tetap bisa mengontrol konsumsinya.

Ahli menyarankan pola makan kaya protein, biji-bijian utuh, sayuran, serta membatasi gula tambahan. Perubahan kecil dan konsisten lebih efektif di bandingkan perubahan drastis.

Makanan ultra proses terasa enak karena produsen merancangnya untuk memikat selera dan memicu keinginan makan terus-menerus. Namun, konsumsi berlebihan meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

Mengatur pola makan dan memilih makanan segar menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh dalam jangka panjang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA