Manfaat Olahraga Saat Puasa, Bikin Tubuh Tetap Bugar Selama Ramadan. (alodokter.com) Cuitan.id – Banyak orang menghindari olahraga saat puasa karena khawatir tubuh lemas dan dehidrasi. Padahal, olahraga dengan waktu dan intensitas yang tepat justru membantu tubuh tetap sehat, bugar, dan penuh energi selama Ramadan.
Selama berpuasa, tubuh menyesuaikan pola makan, waktu tidur, dan asupan cairan. Kondisi ini membuat sebagian orang ragu beraktivitas fisik. Namun, olahraga ringan dan teratur tetap mendukung metabolisme serta menjaga kebugaran.
Di Indonesia, banyak orang memilih berolahraga menjelang berbuka atau setelah salat tarawih. Waktu ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan meminimalkan risiko dehidrasi.
Manfaat olahraga saat puasa tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Inilah beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dari olahraga saat puasa:
Jika ingin menjaga berat badan tetap stabil saat puasa, manfaat olahraga saat puasa benar-benar bisa dirasakan. Ketika puasa, metabolisme tubuh cenderung melambat karena asupan makanan dan waktu makan yang terbatas. Dengan tetap berolahraga, tubuh tetap membakar kalori dan mencegah kelebihan lemak yang bisa menyebabkan berat badan naik setelah puasa.
Pilihan aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau yoga sangat bermanfaat karena mampu meningkatkan pengeluaran energi tanpa membuat tubuh terlalu lelah. Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol nafsu makan saat berbuka, sehingga Anda lebih mudah memilih makanan sehat dengan porsi yang tepat.
Salah satu manfaat olahraga saat puasa yang penting adalah menjaga kesehatan jantung. Olahraga ringan dan teratur, seperti jalan kaki atau stretching, dapat memperlancar sirkulasi darah dan memastikan jantung tetap bekerja efisien meskipun tubuh sedang berpuasa.
Dengan peredaran darah yang baik, tekanan darah lebih terkontrol dan risiko penyakit jantung pun menurun. Selain itu, olahraga mampu mendukung kelancaran metabolisme tubuh. Proses detoksifikasi melalui keringat menjadi lebih optimal sehingga racun dan sisa metabolisme dapat dikeluarkan walau asupan cairan terbatas.
Perubahan pola makan dan tidur selama bulan Ramadan dapat memengaruhi suasana hati. Nah, saat berolahraga, tubuh memproduksi hormon endorfin yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menurunkan stres.
Aktivitas fisik, seperti stretching, yoga, atau berjalan santai di udara segar, efektif membantu menstabilkan emosi, mengurangi rasa mudah marah, dan menjaga semangat ibadah. Dengan mood yang baik, puasa menjadi lebih menyenangkan dan produktivitas harian tetap terjaga.
Tidak sedikit yang mengira berolahraga saat puasa malah membuat tubuh lemas. Faktanya, olahraga saat puasa yang teratur bisa membuat tubuh lebih segar. Saat beraktivitas fisik, aliran darah ke otak meningkat sehingga pasokan oksigen lebih optimal.
Manfaat olahraga saat puasa yang bisa diperoleh adalah berkurangnya rasa kantuk dan lemas. Anda pun jadi lebih fokus menjalani rutinitas, seperti bekerja atau belajar. Olahraga ringan juga membantu mencegah perasaan lesu dan membuat tubuh beradaptasi lebih baik terhadap perubahan pola makan saat puasa.
Selama puasa, asupan kalori dan protein menurun sehingga massa otot berpotensi ikut berkurang. Dengan tetap melakukan olahraga, seperti latihan kekuatan, yoga, atau pilates, Anda membantu tubuh mempertahankan massa otot dan kekuatan.
Manfaat olahraga saat puasa di sini juga mencakup peningkatan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan peregangan bisa memperbaiki postur tubuh dan mencegah cedera atau kaku otot akibat kurang bergerak selama puasa.
Dengan tetap bergerak, tulang dan sendi Anda akan tetap aktif sehingga risiko osteoporosis atau kekakuan sendi dapat ditekan. Ini menjadi salah satu manfaat olahraga saat puasa yang sangat penting, khususnya bagi lansia.
Aktif bergerak mendorong proses peremajaan sel pada tulang dan memperkuat jaringan ikat pada sendi. Aktivitas seperti jalan kaki dan latihan low-impact dapat membantu menjaga kepadatan tulang sekaligus mempertahankan kelenturan sendi, sehingga Anda tetap gesit dan tidak mudah kaku.
Rasa lelah yang sehat setelah olahraga membuat tidur lebih nyenyak meski waktu istirahat sedikit berubah selama Ramadan. Manfaat olahraga saat puasa ini sangat membantu Anda yang kerap mengalami gangguan tidur akibat perubahan jadwal sahur dan tarawih.
Olahraga membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol, sehingga tubuh lebih mudah rileks dan tidur menjadi lebih berkualitas. Tidur yang cukup sangat penting untuk proses pemulihan tubuh dan penyeimbangan metabolisme selama berpuasa.
Aktivitas fisik secara rutin membantu memperkuat sistem imun. Manfaat olahraga saat puasa terbukti mampu meningkatkan produksi sel-sel imun yang bertugas melawan infeksi. Dengan begitu, tubuh Anda jadi lebih kuat menghadapi virus atau bakteri yang bisa menyebabkan sakit, meskipun belum makan atau minum selama beberapa jam.
Olahraga juga membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan dan memperbaiki respons imun terhadap stres akibat perubahan pola hidup selama Ramadan.
Agar manfaat olahraga saat puasa bisa Anda dapatkan dengan aman, praktikkan tips berikut:
Jika Anda merasa pusing, sangat lemas, atau detak jantung berdebar berlebihan, segera hentikan aktivitas olahraga dan istirahat. Konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak membaik.
Dengan memahami dan menerapkan cara yang tepat, manfaat olahraga saat puasa bisa menjadi solusi agar tubuh tetap sehat dan pikiran lebih tenang selama Ramadan. **
Tidak ada komentar