Ilustrasi puasa. Berikut 30 balasan ucapan Marhaban ya Ramadhan yang sopan, singkat, dan penuh doa untuk keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.(canva.com) Cuitan.id – Puasa Ramadhan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh. Dokter dan pakar kesehatan menyebut, perubahan pola makan selama puasa membantu tubuh beradaptasi, memperbaiki metabolisme, hingga menjaga fungsi organ vital.
Berikut 8 manfaat puasa untuk kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber medis, Jumat (20/2/2026):
Puasa membantu menciptakan defisit kalori sehingga tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi. Pola ini mirip konsep intermittent fasting yang populer dalam program diet.
Ahli gizi di Dubai, Feda Alkilani, menyebut puasa Ramadhan efektif menurunkan berat badan jika pelaku menjaga kualitas dan porsi makanan saat sahur dan berbuka. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau yoga turut meningkatkan pembakaran energi.
Dokter spesialis jantung di RS EMC Alam Sutera, dr. Rony M. Santoso, menjelaskan puasa membantu mengendalikan asupan makanan sehingga menurunkan faktor risiko penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan penurunan kolesterol total, trigliserida, dan LDL selama Ramadhan. Sebaliknya, kadar HDL atau kolesterol baik meningkat hingga 30–40 persen pada pasien jantung. Berat badan yang lebih terkontrol juga menurunkan risiko stroke dan hipertensi.
Puasa membuat tubuh menggunakan gula darah secara lebih efisien. Kondisi ini membantu mencegah resistensi insulin yang memicu diabetes melitus.
Penyesuaian pola makan dua kali sehari selama Ramadhan juga membantu memperbaiki sensitivitas insulin pada penderita diabetes.
Tubuh tetap menjalankan metabolisme saat puasa karena tetap menerima asupan nutrisi saat sahur dan berbuka. Setelah sekitar 12 jam tanpa makanan, organ pencernaan beristirahat dan tubuh mengoptimalkan proses detoksifikasi alami.
Puasa juga merangsang hormon adiponektin yang membantu sel menyerap nutrisi lebih efektif.
Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr. Hermina Novida, menyebut puasa membantu menstabilkan gula darah.
Penurunan asupan kalori membuat tubuh membakar cadangan lemak di hati sehingga berat badan turun. Penurunan berat badan berkontribusi pada kontrol kadar gula darah. Puasa juga meningkatkan enzim AMPK yang mengatur keseimbangan metabolisme glukosa dan lipid.
Dokter spesialis gastroenterologi, Prof. Ari Fahrial Syam, menegaskan puasa membantu menjaga kesehatan lambung jika dilakukan dengan pola makan teratur.
Jadwal sahur dan berbuka membuat sistem pencernaan bekerja lebih terstruktur. Namun, konsumsi makanan berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu keluhan maag.
Staf Dermatologi FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr. Fajar Waskito, menyebut peningkatan konsumsi sayur dan buah selama puasa membantu menjaga elastisitas dan kecerahan kulit.
Pengurangan makanan dengan indeks glikemik tinggi juga menekan peradangan yang memicu jerawat. Pada lansia, penggunaan pelembap tetap diperlukan karena asupan lemak berkurang dapat membuat kulit lebih kering.
Puasa membantu menstabilkan hormon stres seperti kortisol serta memengaruhi serotonin dan dopamin yang mengatur suasana hati. Pola hidup yang lebih teratur selama Ramadhan membuat pikiran lebih jernih dan membantu seseorang mengelola stres dengan lebih baik.
Puasa Ramadhan memberikan manfaat kesehatan menyeluruh, mulai dari metabolisme, jantung, gula darah, pencernaan, hingga kesehatan kulit dan mental. Untuk hasil optimal, jalankan puasa dengan pola makan seimbang, cukup cairan, serta aktivitas fisik ringan. ***
Tidak ada komentar