Mitsubishi Siap Produksi Mobil Hybrid di Indonesia pada 2026

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 17:00 6 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idPT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memastikan mobil hybrid meluncur pada semester II 2026. Mitsubishi langsung memproduksi model tersebut di Indonesia, bukan sekadar menghadirkannya sebagai unit impor.

Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menargetkan peluncuran pada tahun fiskal 2026. Manajemen sudah menyiapkan berbagai tahapan produksi dari sekarang.

Direktur Pemasaran MMKSI, Irwan Kuncoro, menegaskan pentingnya produksi dalam negeri agar memenuhi syarat insentif pemerintah terkait tingkat kandungan lokal (TKDN). Strategi ini membuka peluang harga jual lebih kompetitif.

Diduga Mengarah ke Mitsubishi Xpander Hybrid

Publik memprediksi model yang akan hadir ialah Mitsubishi Xpander Hybrid. Model ini lebih dulu meluncur di Thailand dan mendapat respons positif.

Di Thailand, Xpander Hybrid hadir dengan desain lebih agresif dan sentuhan modern. Varian HEV Play menampilkan atap serta spion hitam, velg alloy dinamis, lampu depan gelap, serta spoiler belakang yang memperkuat kesan sporty.

Sistem hybrid mengusung teknologi e:Motion khas Mitsubishi yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Sistem bekerja otomatis tanpa plug-in, sehingga pengemudi tetap merasakan pengalaman berkendara natural dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Mobil ini juga menawarkan tujuh mode berkendara serta fitur Active Yaw Control untuk menjaga stabilitas saat menikung dan meningkatkan presisi handling.

Berpeluang Di rakit di Bekasi

Mitsubishi kemungkinan memanfaatkan fasilitas produksi di Bekasi sebagai basis perakitan. Pabrik tersebut selama ini menjadi pusat produksi dan ekspor di Asia Tenggara.

Langkah ini memperkuat posisi Mitsubishi Motors Corporation di pasar regional, terutama Indonesia yang memiliki permintaan MPV sangat besar.

Harga Bisa Lebih Kompetitif

Di Thailand, Xpander Hybrid di banderol sekitar 981.000 baht atau setara Rp470–480 jutaan. Harga di Indonesia berpotensi berbeda karena faktor pajak dan skema insentif kendaraan rendah emisi.

Produksi lokal memberi keuntungan efisiensi distribusi dan peluang pemanfaatan insentif pemerintah. Skema ini membuat mobil hybrid semakin rasional bagi keluarga muda yang menginginkan efisiensi tanpa bergantung penuh pada infrastruktur kendaraan listrik murni.

Tahun 2026 pun berpotensi menjadi momentum penting bagi Mitsubishi dalam memperkuat citra sebagai pemain serius di era elektrifikasi otomotif nasional. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA