Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Instagram/melatidaeva) JAKARTA, Cuitan.id – Siapa sangka, salah satu srikandi bulu tangkis terbaik Indonesia, Melati Daeva Oktavianti, dulunya sempat membenci olahraga tepok bulu. Atlet yang dikenal dengan senyum ikonik ini justru memulai karier berkat dorongan ayahnya, yang tak henti mengenalkannya pada raket dan teknik dasar bulu tangkis. Perlahan, rasa benci berubah menjadi gairah, hingga Melati memantapkan hati untuk serius dan berhasil lolos seleksi klub legendaris PB Djarum pada usia 14 tahun.

Praveen Jordan/Melati Daeva
Nama Melati melejit saat di pasangkan dengan Praveen Jordan. Pasangan yang di juluki “The Honey Couple” ini menjadi momok di ganda campuran dunia, berkat teknik dan sinergi yang memikat.
Puncak prestasi mereka terjadi antara 2019–2020, ketika berhasil menjuarai Denmark Open 2019 dan French Open 2019 secara beruntun. Prestasi tertinggi di capai dengan menjuarai All England Open 2020, mengukuhkan mereka sebagai ganda campuran nomor satu Indonesia dan menempati peringkat empat dunia.

Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: PBSI)
Setelah cedera menimpa Praveen, performa pasangan ini sempat menurun. Alih-alih menyerah, Melati memulai perjalanan baru bersama Bobby Setyabudi, mantan pemain tunggal putra.
Tahun 2025 membuktikan kualitas Melati masih prima. Bersama Bobby, ia meraih sejumlah gelar di sirkuit International Challenge, termasuk di Singapura, Sri Lanka, dan dua gelar di Indonesia International Challenge, menembus peringkat 33 dunia. Dari dorongan sang ayah hingga tekadnya sendiri, Melati kini menjadi inspirasi bagi pencinta bulu tangkis Nusantara. ***
Tidak ada komentar