Aslori Tegaskan PLTA Hanya Gunakan 40% Air dari Danau Kerinci

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 15:30 42 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menggelar coffee morning bersama media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Aula Hotel Mahkota, Kamis (5/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Manager PT Kerinci Merangin Hidro, Aslori, menjelaskan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci dan menanggapi isu penurunan debit air Danau Kerinci.

Asroli menegaskan, PLTA Merangin tidak sepenuhnya bergantung pada Danau Kerinci. Dari total kebutuhan air sekitar 100 meter kubik per detik, hanya 40% berasal dari danau, sementara 60% lainnya berasal dari Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungainya.

“PLTA hanya menggunakan 40% air dari Danau Kerinci untuk menggerakkan tiga turbin. Sisanya dari aliran Sungai Batang Merangin,” jelas Aslori.

Ia menambahkan, penurunan debit air danau lebih dipengaruhi oleh faktor iklim, termasuk defisit curah hujan di daerah tangkapan air, bukan aktivitas PLTA. Modifikasi cuaca yang dilakukan pihak terkait juga disebut berpotensi memengaruhi kondisi hidrologis wilayah Kerinci.

Berdasarkan pemantauan awal Januari 2026, penurunan muka air Danau Kerinci berlangsung bertahap dan konsisten, tanpa indikasi ekstrem atau tidak wajar. Debit keluar dari danau tetap dijaga stabil, disesuaikan dengan aliran masuk. Selain itu, penyerapan energi PLN menurun seiring kondisi tampungan waduk, bukan akibat volume air danau.

Aslori menegaskan: “Penurunan muka air Danau Kerinci adalah respons alami terhadap rendahnya curah hujan, bukan akibat gangguan teknis atau kesalahan pengelolaan sumber daya air.”

Pihak PT KMH berharap semua pemangku kepentingan terus memantau kondisi danau secara berkala agar keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air tetap terjaga, terutama menghadapi perubahan iklim di masa depan.

Pihak perusahaan juga membuka dialog transparan bagi masyarakat yang terdampak sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, sekaligus mendukung pengawasan lingkungan dan evaluasi debit air secara berkala. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA