Penyusutan Drastis Air Danau Kerinci, Warga Khawatir Dampak Ekonomi dan Lingkungan

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Jan 2026 15:00 46 admincuitan

KERINCI, Cuitan.idPermukaan air Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dilaporkan menyusut secara drastis dalam beberapa hari terakhir, meski wilayah ini belum memasuki musim kemarau panjang.

Lokasi dan Kondisi Danau Kerinci
Danau Kerinci berada di kaki Gunung Raja, membentang di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau, sekitar 16 km atau 30 menit dari Kota Sungai Penuh. Dengan luas ±4.200 hektare (42–46 km²) dan kedalaman maksimal 110 meter, danau ini berada di ketinggian 783 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi danau vulkanik terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba.

Penyusutan Air dan Dampaknya
Fenomena penyusutan terpantau pada Kamis (22/1/2026) sore. Curah hujan yang minim dan cuaca panas beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu. Pantauan di sejumlah titik danau menunjukkan garis air menjauh dari bibir, bahkan beberapa bagian dasar danau mulai terlihat kering—kondisi yang tidak lazim bagi warga setempat.

Area pintu keluar air Danau Kerinci ke Sungai Batang Merangin menunjukkan penyusutan paling jelas. Debit air yang biasanya mencapai 2 meter kini dangkal dan mengalir lemah. Warga dan nelayan tradisional mengaku kondisi ini berbeda dari biasanya.

“Airnya menyusut, padahal baru beberapa hari tidak hujan. Biasanya baru kelihatan saat kemarau panjang,” kata Asep, warga sekitar danau.

Perubahan cuaca panas dan pola hujan tidak menentu menjadi faktor utama, menurut warga.

Dampak pada Masyarakat dan Ekosistem
Penyusutan ini mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Nelayan tradisional kesulitan melaut, warga khawatir terhadap gangguan pasokan air dan berkurangnya hasil tangkapan ikan. Jika berlanjut, fenomena ini bisa memengaruhi ekonomi lokal dan keseimbangan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan warga Kerinci.

Seruan Pemerhati Lingkungan
Para pemerhati lingkungan menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius. Penyusutan di luar pola musim normal bisa menjadi indikasi perubahan iklim lokal atau gangguan sistem hidrologi Danau Kerinci. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait melakukan pemantauan dan kajian ilmiah untuk mengetahui penyebab pasti dan merumuskan langkah mitigasi.

Danau Kerinci selama ini menjadi ikon alam sekaligus penopang ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Upaya menjaga keberlanjutan dan ekosistem danau dianggap sangat penting demi masa depan warga Kerinci. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA