Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Liputan6.com/Tira) JAKARTA, Cuitan.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, di Jakarta. Pertemuan ini terjadi setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon pengganti Juda di BI.
Meski ramai kabar pergantian, Purbaya menegaskan pertemuan dengan Juda hanya membahas kondisi ekonomi nasional.
“Bahas ekonomi saja. Kondisinya seperti apa, pandangan dia apa,” ujar Purbaya, usai makan siang di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Purbaya menyerahkan keputusan siapa yang cocok menggantikan Thomas Djiwandono sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya enggak tahu, tergantung presiden. Tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, ya (Juda Agung) cukup bagus lah,” jelasnya.
Thomas Djiwandono Siap Masuk Bank Indonesia
Purbaya menilai Thomas Djiwandono, yang juga keponakan Presiden Prabowo, sudah memiliki pengalaman cukup di sektor fiskal. Ia menilai pengalaman tersebut akan berguna jika Thomas masuk ke sektor moneter di BI.
“Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Dari di fiskal, sekarang kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung,” ujar Purbaya, Senin (19/1/2026).
Thomas juga sudah beberapa kali berkunjung ke BI untuk mempelajari sektor moneter. Purbaya menilai kunjungan tersebut sudah cukup untuk menambah pengalaman Thomas sebelum resmi menjabat di bank sentral.
Pertukaran Posisi Antara Kemenkeu dan BI
Purbaya tidak menutup kemungkinan Juda Agung akan masuk ke Kementerian Keuangan menggantikan Thomas. Ia menyebut pertukaran posisi antara Kemenkeu dan BI adalah hal wajar, karena keduanya tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Kalau Juda Agung masuk ke saya, jangan-jangan orang Pak Perry mau nekan saya di dalam. Enggak, itu suatu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang. Enggak ada yang aneh,” kata Purbaya.
BI Tetap Independen
Menkeu menegaskan, meskipun terjadi pergantian posisi, independensi BI tetap terjaga. Koordinasi antara Kemenkeu dan BI akan dilakukan melalui KSSK untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter selaras namun tetap independen.
“Kalau independensi, enggak ada hubungan. KSSK memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” tegas Purbaya.
Purbaya juga menyatakan belum mengetahui apakah pertukaran posisi tersebut arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Oh saya enggak tahu. Saya terima nasib aja,” ujarnya. ***
Tidak ada komentar