Ilustrasi gua Ashabul Kahfi(Google Gemini AI/Agus Susanto) JAKARTA, Cuitan.id – Kisah Ashabul Kahfi menjadi salah satu cerita paling inspiratif dalam Al Quran. Dikisahkan dalam surat Al Kahfi ayat 9-26, kisah ini mengajarkan tentang keteguhan iman dan kekuasaan Allah SWT.
Surat Al Kahfi diturunkan sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin Mekkah yang ingin menjerumuskan dakwah Nabi Muhammad SAW. Mereka meminta pendeta Yahudi di Yatsrib untuk menanyakan tiga hal: tentang pemuda di gua, perjalanan dari timur ke barat, dan ruh. Allah SWT kemudian menurunkan surat Al Kahfi sebagai jawaban.
Ashabul Kahfi berarti “penghuni gua”. Mereka adalah sekelompok pemuda yang hidup di masa raja zalim Diqyanus (Dekianus) di Romawi. Raja ini memaksa rakyat menyembah berhala dan membunuh yang beriman.
Al Quran tidak secara pasti menyebut jumlah mereka, namun Imam Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menjelaskan jumlah yang benar adalah 7 orang. Ketujuh pemuda ini berasal dari suku berbeda dan menolak kemungkaran yang dilakukan kaumnya.
Q.S. Al Kahfi: 22 menjelaskan bahwa jumlah mereka tidak penting. Yang utama adalah keteguhan iman dan perlindungan Allah SWT terhadap mereka.
Ketika dipanggil oleh raja, ketujuh pemuda berdiri teguh menegaskan iman mereka kepada Allah SWT (Q.S. Al Kahfi: 14). Marah, raja mengancam mereka, namun Allah menunda hukuman sehingga mereka bisa melarikan diri ke gua.
Di gua, Allah menidurkan mereka selama 309 tahun (Q.S. Al Kahfi: 11). Selama itu:
Tubuh mereka terlindungi dari sinar matahari (Q.S. Al Kahfi: 17)
Anjing mereka menjaga mulut gua sehingga tidak ada yang mengusik (Q.S. Al Kahfi: 18)
Setelah 309 tahun, Allah membangunkan ketujuh pemuda. Mereka awalnya mengira hanya sehari berlalu. Saat mengirim salah satu dari mereka ke kota untuk mencari makanan, mereka menyadari perubahan zaman dan uang sudah tidak berlaku. Kejadian ini menjadi bukti nyata tentang Hari Kebangkitan.
Ikrar iman harus teguh meski menghadapi tekanan atau ancaman.
Pemuda adalah pilar peradaban, berperan dalam perubahan positif.
Lingkungan yang baik penting untuk menjaga iman.
Tawakal kepada Allah SWT membuka jalan keluar tak terduga.
Kebesaran Allah SWT nyata, tak ada yang meragukannya.
Keberanian dan iman yang kokoh mendatangkan kemuliaan. ***
Tidak ada komentar