JAKARTA, Cuitan.id – Tahun 2025 menjadi momen penting bagi industri otomotif nasional. Di tengah gencarnya peluncuran mobil baru, Suzuki justru mengambil langkah berbeda dengan menghentikan dua model andalannya di pasar Indonesia.
Sepanjang 2025, Suzuki tercatat sebagai satu-satunya pabrikan yang resmi menyuntik mati produk kendaraan di Tanah Air. Keputusan ini dipengaruhi oleh perubahan strategi bisnis, pergeseran tren pasar, serta meningkatnya minat konsumen terhadap SUV ringkas dan kendaraan elektrifikasi.
Karimun Wagon R Resmi Disuntik Mati
Suzuki memastikan Karimun Wagon R benar-benar mengakhiri masa produksinya pada November 2025. Mobil yang pernah menyandang predikat sebagai salah satu city car paling terjangkau di Indonesia tersebut tak lagi diproduksi, termasuk untuk kebutuhan ekspor.
Deputy of Sales & Marketing Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Ismi Saputra, mengonfirmasi penghentian tersebut.
“Wagon R sudah discontinue,” ujarnya.
Karimun Wagon R dikenal luas karena efisiensi bahan bakar, biaya perawatan yang rendah, serta harga kompetitif. Namun, sejak penjualannya dihentikan di pasar domestik pada 2021, pamor mobil ini terus menurun hingga akhirnya resmi dihentikan sepenuhnya pada 2025.
Baleno Hatchback Tak Lagi Dipasarkan
Selain Karimun Wagon R, Suzuki Baleno Hatchback juga dipastikan tidak lagi dijual di Indonesia. Sejak September 2025, nama Baleno sudah tidak tercantum dalam daftar harga resmi di situs Suzuki Indonesia.
Langkah ini memperkuat indikasi bahwa Baleno telah dihentikan pemasarannya. Posisi hatchback tersebut kini digantikan oleh Suzuki Fronx, model LSUV ringkas yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen Indonesia saat ini.
Suzuki Jadi Satu-satunya Pabrikan yang Hentikan Produk
Dengan dihentikannya Karimun Wagon R dan Baleno Hatchback, Suzuki menjadi pabrikan tunggal yang melakukan penghentian produk secara resmi di pasar otomotif nasional sepanjang 2025.
Sementara itu, merek lain memilih mempertahankan model lama dengan penyegaran atau fokus pada elektrifikasi tanpa menghentikan lini produk secara langsung. ***
Tidak ada komentar