Kecantikan Perempuan Kini Fokus Kesehatan dan Vitalitas di Usia Dewasa. (Dok. SAE Clinique) JAKARTA, Cuitan.id – Seiring bertambahnya usia, pemaknaan terhadap kecantikan perempuan kini mengalami perubahan. Kecantikan tidak lagi hanya dinilai dari tampilan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan tubuh, kejernihan berpikir, kestabilan energi, serta kemampuan untuk tetap aktif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, perempuan dihadapkan pada tantangan untuk menjaga kualitas hidup agar tetap optimal hingga usia lanjut. Menjawab tantangan tersebut, perhatian terhadap kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas dan produktivitas jangka panjang.
Founder sekaligus Medical Director SAE Clinique, Sebastian, menyampaikan bahwa proses penuaan seharusnya tidak selalu diiringi dengan penurunan kualitas hidup. Menurutnya, usia yang bertambah perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“Usia boleh bertambah, tetapi kualitas hidup seharusnya tetap terjaga. Dukungan medis berperan dalam membantu tubuh beradaptasi agar tetap bugar dan berenergi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, SAE Clinique mengembangkan pendekatan terapi regeneratif seperti MitoNAD Cell dan Baby Cell Therapy. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung kesehatan sel dan membantu tubuh menghadapi proses penuaan biologis, khususnya pada usia dewasa hingga lanjut.
Konsep ini sejalan dengan tren beauty from within, di mana keseimbangan biologis, kesehatan sel, dan energi tubuh menjadi aspek utama dalam menjaga kebugaran jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada penampilan luar, tetapi juga pada fungsi tubuh agar tetap berjalan optimal.
Gambaran nyata dari konsep tersebut tercermin pada sosok The Siu Siu, yang dikenal sebagai Ratu Lemon. Di usia matang, ia tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi, termasuk mendukung distribusi buah lokal serta memberdayakan petani dan pelaku usaha agar produknya dapat masuk ke pasar modern.
Sebastian menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dan berkontribusi. “Perempuan tetap bisa aktif, produktif, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” katanya.
Pengalaman The Siu Siu juga dibagikan oleh Denny Howman, pelatih tari yang mendampinginya. Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik The Siu Siu sempat menurun akibat cedera, yang berdampak pada keterbatasan gerak, keluhan sendi, serta penurunan daya ingat.
“Setelah menjalani rangkaian terapi, kondisinya perlahan membaik. Gerakan lebih stabil, daya ingat meningkat, dan kepercayaan diri kembali terlihat saat beraktivitas, terutama ketika menari,” ungkap Denny.
Dalam konteks kesehatan perempuan, terapi regeneratif berfokus pada dukungan fungsi seluler yang berperan penting dalam produksi energi tubuh. Seiring bertambahnya usia, fungsi ini dapat menurun dan berdampak pada stamina serta vitalitas.
Selain manfaat fisik, pendekatan regeneratif juga dinilai memberikan dampak emosional yang positif. Tubuh yang lebih bugar, pikiran yang lebih jernih, serta energi yang stabil berkontribusi pada rasa percaya diri, yang kini menjadi bagian penting dari definisi kecantikan perempuan modern. ***
Tidak ada komentar