Benarkah Kuning Telur Picu Kolesterol? Ini Penjelasan Ahli Gizi

waktu baca 2 menit
Kamis, 25 Des 2025 12:00 111 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Telur menjadi salah satu sumber protein favorit masyarakat karena harganya terjangkau dan mudah diolah. Namun, kuning telur kerap dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol dan membahayakan kesehatan jantung.

Lantas, benarkah konsumsi kuning telur berisiko menyebabkan kolesterol tinggi?

Ahli gizi Dr Rita R, DCN, M.Kes menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, banyak orang menghindari kuning telur tetapi tetap mengonsumsi makanan tinggi lemak lain seperti gorengan dan daging merah.

“Ini yang sering keliru. Banyak orang membuang kuning telur, tapi masih rutin makan gorengan dan makanan bersantan. Padahal, kolesterol dari makanan tersebut jauh lebih tinggi,” jelas Dr Rita.

Ia menambahkan, meski kuning telur mengandung kolesterol, bahan makanan ini juga kaya nutrisi penting seperti biotin, yang berperan dalam pembentukan vitamin D dan mendukung metabolisme tubuh.

Dr Rita menegaskan bahwa makanan yang paling berisiko terhadap kesehatan jantung justru adalah makanan yang diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau menggunakan santan berlebih.

“Jika dibandingkan, dampak buruk terhadap jantung lebih besar berasal dari makanan berlemak dan cara pengolahannya, bukan dari kuning telur,” ujarnya.

Berapa Batas Aman Konsumsi Kuning Telur?

Dr Rita menyarankan konsumsi kuning telur tetap aman selama tidak berlebihan. Rekomendasi yang dianjurkan adalah satu butir per hari atau sekitar lima butir per minggu.

“Yang perlu dikurangi justru daging merah berlemak dan makanan yang digoreng atau bersantan,” tambahnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Hasjim H, SpJP. Ia menyebutkan bahwa satu butir telur per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kolesterol tubuh.

“Putih telur boleh disesuaikan dengan kebutuhan karena tidak mengandung kolesterol. Namun, kuning telur sebaiknya cukup satu butir,” jelasnya.

dr Hasjim juga mengingatkan bahwa kolesterol tinggi tidak hanya berasal dari telur, tetapi dari pola makan secara keseluruhan.

“Masalahnya bukan pada telur saja, tapi ketika telur dikonsumsi bersamaan dengan gorengan, gulai, dan makanan berlemak lainnya. Di situlah asupan lemak menjadi berlebihan,” katanya.

Kuning telur bukan musuh utama kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi pola makan sehat. Mengurangi makanan berlemak, gorengan, serta menjaga gaya hidup aktif jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan jantung. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA