Dokter Ungkap Kebiasaan Pagi Pemicu Serangan Jantung, Bukan Makanan atau Stres

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Des 2025 12:00 45 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idPenyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, sebuah temuan mengejutkan diungkap oleh seorang dokter, bahwa hingga 90 persen risiko serangan jantung berkaitan dengan satu kebiasaan pagi yang sering diabaikan, dan kebiasaan tersebut bukan soal makanan maupun stres.

Dokter umum yang aktif membagikan edukasi kesehatan di media sosial, Dr Sana Sadoxai, menjelaskan bahwa bahaya justru dimulai sejak seseorang bangun tidur lalu tetap pasif tanpa aktivitas fisik.

“Risiko sebenarnya dimulai saat Anda bangun tidur dan tidak bergerak sama sekali,” ujar Dr Sadoxai, dikutip dari Mirror UK.

Kebiasaan Pagi yang Diam-diam Merusak Jantung

Menurut Dr Sadoxai, banyak orang memulai hari dengan langsung memegang ponsel, duduk terlalu lama, lalu terburu-buru berangkat kerja tanpa melakukan aktivitas fisik apa pun. Rutinitas ini membuat tubuh berada dalam kondisi kurang bergerak, yang memicu peradangan dan gangguan metabolisme.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan:

  • Resistensi insulin

  • Penumpukan lemak perut

  • Tekanan darah tinggi

  • Peradangan kronis tersembunyi

  • Gangguan metabolisme

Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung dini, terutama pada individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Solusi Sederhana: Cukup 5–7 Menit Gerak Pagi

Kabar baiknya, risiko tersebut dapat ditekan hanya dengan 5 hingga 7 menit aktivitas ringan di pagi hari. Aktivitas seperti berjalan cepat, peregangan ringan, atau latihan pernapasan terbukti membantu:

  • Melancarkan sirkulasi darah

  • Mengaktifkan metabolisme

  • Menstabilkan kadar gula darah

  • Menjaga kesehatan jantung

“Berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling berkaitan. Mengabaikan kebiasaan pagi ini adalah ancaman tersembunyi. Mengubahnya bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Tanda Awal Gangguan Metabolik yang Perlu Diwaspadai

Dr Sadoxai juga mengingatkan bahwa kondisi seperti obesitas, lemak perut yang sulit hilang, mudah sesak napas, diabetes, hingga kelelahan kronis dapat menjadi tanda awal gangguan metabolisme yang tidak boleh dianggap sepele.

Pandangan tersebut mendapat respons luas dari warganet. Banyak yang mengakui kebiasaan bangun tidur lalu langsung terburu-buru ke kantor tanpa bergerak sama sekali.

“Saya bangun pagi, minum teh dengan santai dan bergerak ringan sebelum kerja. Saran ini sangat masuk akal,” tulis salah satu pengguna.

Gejala dan Pencegahan Serangan Jantung

Mengacu pada NHS, serangan jantung atau infark miokard terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, biasanya akibat gumpalan darah.

Gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri atau tekanan di dada

  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut

  • Sesak napas

  • Pusing dan keringat dingin

  • Mual dan rasa cemas berlebihan

Untuk menurunkan risiko serangan jantung, masyarakat dianjurkan:

  • Berhenti merokok

  • Menjaga berat badan ideal

  • Mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat

  • Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA