Bocah 4 Tahun Meninggal di Wahana Istana Balon Sungai Penuh

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Des 2025 15:08 1212 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Peristiwa tragis terjadi di wahana permainan istana balon di Lapangan Merdeka, Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Minggu malam (23/11/2025). Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun ditemukan meninggal setelah bermain di arena tersebut.

Polres Kerinci kini melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden ini.

Korban berinisial G, warga Desa Karya Bakti, diketahui bermain di wahana istana balon yang masih beroperasi pada malam itu. Ketika waktu bermain berakhir, pengelola diduga menurunkan tekanan udara balon tanpa memastikan seluruh pengunjung sudah keluar dari arena. Dari prosedur inilah tragedi bermula.

Laporan kejadian baru masuk ke kepolisian pada 30 November 2025. Meski ada keterlambatan pelaporan, penyidik tetap melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap fakta lengkap peristiwa tersebut.

Pemilik wahana, Fatman Jaya (41) yang merupakan seorang ASN, disebut menutup wahana dengan mengempiskan balon setelah jam operasional selesai. Bagian dalam balon tidak dicek secara menyeluruh. Beberapa menit kemudian, orang tua korban datang mencari anak mereka yang tidak terlihat keluar dari area permainan.

Kecurigaan meningkat hingga pengelola membuka kembali lipatan balon dan menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh, namun nyawanya tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, Very Prasetyawan, mengatakan bahwa penyidik telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak. Olah TKP, pemasangan garis polisi, serta pemeriksaan medis awal sudah dilakukan.

“Kami sudah meminta keterangan dari pengelola untuk mengetahui lebih detail rangkaian kejadian malam itu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan untuk memastikan penyebab kematian serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan.

Sementara itu, Kapolres Kerinci AKBP Arya Brahmana menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia mengingatkan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama setiap pengelola wahana, terlebih wahana anak yang memiliki risiko tinggi.

Kapolres berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh penyedia jasa permainan anak di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Hingga kini, penyidik Polres Kerinci masih mendalami kronologi lengkap kejadian. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah rangkaian pemeriksaan tambahan selesai.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan maksimal di area publik, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA