Derita asam lambung saat GERD kambuh. Foto: Thinkstock JAKARTA, Cuitan.id – Pernah merasakan sensasi panas menjalar dari dada ke tenggorokan? Asam lambung naik bisa muncul kapan saja, baik setelah makan pedas, minum kopi, atau bahkan saat rebahan sebentar. Selain stres dan pola tidur yang tidak teratur, pilihan makanan harian juga berperan besar dalam memicu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Apa Itu GERD?
GERD terjadi ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan. Biasanya katup bernama Lower Esophageal Sphincter (LES) mencegah hal ini. Jika katup melemah atau terlalu sering terbuka, asam lambung naik dan mengiritasi kerongkongan.
Gejala GERD tak hanya heartburn. Bisa juga berupa rasa asam di mulut, batuk kering, nyeri mirip jantung ringan, sensasi tercekat, atau mual berulang. Pemicunya beragam, mulai dari makan berlebihan, obesitas, stres, tidur kurang, konsumsi alkohol, merokok, hingga jenis makanan tertentu.
1. Makanan Tinggi Lemak
Gorengan, kulit ayam, daging berlemak, atau masakan bersantan pekat dapat memperlambat pengosongan lambung. Tekanan di perut meningkat sehingga asam lambung lebih mudah naik. Penelitian tahun 2021 menunjukkan lemak adalah pemicu utama gejala GERD karena menurunkan tekanan LES.
2. Kopi dan Teh
Kafein dalam kopi atau teh dapat membuat katup lambung berelaksasi, memudahkan asam naik ke kerongkongan. Studi Tzu Chi Medical Journal 2019 menemukan konsumsi kopi terkait peningkatan gejala refluks, terutama bagi yang sensitif terhadap kafein.
3. Makanan Pedas
Capsaicin dalam cabai dapat memperberat sensasi terbakar pada penderita GERD dan membuat kerongkongan lebih sensitif terhadap asam lambung, meski kadar asam tidak meningkat signifikan.
4. Minuman Bersoda
Karbonasi meningkatkan tekanan di lambung, membuat katup lebih mudah terbuka. Clinical Gastroenterology and Hepatology (2020) menunjukkan konsumsi soda berlebihan bisa memicu refluks, terutama saat perut kosong.
5. Cokelat
Cokelat mengandung lemak, gula, dan kafein. Kombinasi ini menurunkan tekanan LES dan memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan risiko refluks. Studi World Journal of Gastroenterology menunjukkan konsumsi cokelat berlebih memperburuk gejala GERD.
6. Buah Asam
Jeruk, lemon, nanas, dan tomat memiliki keasaman tinggi yang bisa meningkatkan iritasi kerongkongan. Penelitian Therapeutics and Clinical Risk Management (2023) menegaskan buah asam berpotensi memicu refluks dan sensasi terbakar lebih menyengat. ***
Tidak ada komentar