Wanita Alami 5 Kali Stroke Usai Pijat ‘Kretek’, Begini Kronologinya

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Nov 2025 18:00 46 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Seorang wanita asal Missouri, Amerika Serikat, Haley Schoen, membagikan pengalaman mengejutkan setelah mengalami lima kali stroke yang diduga berkaitan dengan pijat ‘kretek’ pada lehernya.

Kejadian berawal pada Januari 2019 ketika Haley melompat dari dinding panjat tebing setinggi 4,5 meter. Setelah kejadian itu, ia merasakan nyeri seperti saraf terjepit di leher. Meski tidak nyaman, keluhan tersebut sempat ia abaikan hingga beberapa hari kemudian temannya melihat Haley berjalan tidak stabil.

Selain itu, ia juga merasakan mati rasa pada salah satu jari kaki, sehingga memutuskan mengunjungi seorang chiropractor untuk terapi pijat ‘kretek’.

Menjalani Pijat ‘Kretek’ Tiga Kali

Haley menjalani tiga sesi pijat. Pada sesi ketiga, ia merasakan tekanan kuat dan sensasi hangat di pangkal tengkorak. Belakangan, sensasi tersebut diketahui sebagai tanda peringatan adanya robekan arteri yang dapat memicu stroke.

Sekitar satu minggu kemudian, kondisi emosinya menjadi tidak stabil dan ia sering menangis tanpa alasan. Merasa ada yang tidak beres, Haley akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit.

Ditemukan Robekan Arteri di Leher

Hasil CT scan menunjukkan diseksi arteri vertebralis bilateral, yaitu robekan pada kedua arteri yang mengalirkan darah ke otak. Dokter menjelaskan bahwa cedera tersebut telah menyebabkan empat kali stroke sejak ia jatuh dari dinding panjat. Stroke kelima terjadi ketika ia sudah dirawat di rumah sakit.

Menurut tim medis, robekan pertama kemungkinan terjadi saat ia melompat dari ketinggian, sementara robekan berikutnya terjadi selama atau setelah pijat ‘kretek’.

Gangguan Aliran Darah ke Otak

Robekan arteri menyebabkan aliran darah ke otak terganggu sehingga memicu stroke di kedua sisi otaknya. Haley harus menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu dan kembali belajar berjalan.

Setelah diperbolehkan pulang, ia diwajibkan menerima suntikan pengencer darah setiap hari selama tiga bulan untuk mencegah pembentukan gumpalan baru yang bisa memicu stroke tambahan.

Akibat kondisinya, Haley juga tidak boleh bekerja maupun mengemudi.

“Saya kehilangan segalanya. Rasanya seperti semua kerja keras saya hilang dalam semalam,” ungkap Haley yang dikutip dari Daily Mail.

Hingga kini, Haley mengaku masih kesulitan menilai jarak atau kedalaman, sehingga kerap menabrak benda di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi cukup menantang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA