Pria di Washington Terinfeksi Flu Burung H5N5 Pertama Kali pada Manusia

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 17:00 46 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Seorang pria lansia di negara bagian Washington, Amerika Serikat, tercatat sebagai kasus pertama manusia yang terinfeksi virus flu burung H5N5, subtipe flu burung yang sebelumnya hanya ditemukan pada hewan.

Pria tersebut mengalami gejala serius dan dirawat di rumah sakit, termasuk:

  • Demam tinggi
  • Kebingungan
  • Gangguan pernapasan

Pasien Memiliki Riwayat Kontak dengan Unggas Domestik

Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyebut pasien memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan tinggal di Grays Harbor County, pesisir barat daya negara bagian tersebut. Ia juga memelihara kawanan unggas domestik di halaman belakang rumahnya.

Menurut laporan Washington Post, dua unggas peliharaannya baru-baru ini mati, yang kemungkinan menjadi sumber paparan virus H5N5.

Risiko Penularan ke Publik Dinilai Rendah

Hingga kini, belum ada kasus lain yang terdeteksi positif H5N5. Pejabat kesehatan Washington dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menilai risiko penularan luas ke masyarakat relatif rendah. Tidak ada bukti penularan antar manusia, meskipun para ahli memperingatkan bahwa evolusi virus flu burung sulit diprediksi.

H5N5 dan Sejarah Flu Burung di AS

Virus flu burung H5N1 telah menyebar di AS sejak 2022, menginfeksi:

  • Burung liar
  • Unggas domestik
  • Sapi perah
  • Kadang-kadang manusia

Sejak 2024, tercatat 71 kasus infeksi flu burung H5 pada manusia di AS, dengan sebagian besar gejala ringan. Namun, ada kasus fatal, seperti seorang pasien di Louisiana yang meninggal pada Januari setelah terpapar virus melalui ayam peliharaannya yang sebelumnya terinfeksi dari burung liar.

Pencegahan dan Saran Kesehatan

Para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan, terutama bagi pemilik unggas:

  • Hindari kontak langsung dengan unggas liar
  • Jaga kebersihan kandang dan lingkungan
  • Segera laporkan unggas mati mendadak ke otoritas kesehatan
  • Konsultasi dokter jika mengalami gejala flu setelah kontak dengan unggas

Kesimpulan: Kasus H5N5 pada manusia ini menandai peringatan bagi kesehatan publik, tetapi risiko penularan saat ini masih rendah. Pemantauan dan tindakan pencegahan tetap menjadi kunci untuk menghindari penyebaran virus flu burung. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA