Kolaps Jantung Saat Olahraga: Tidak Selalu Karena Serangan Jantung

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 16:00 284 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Meskipun tampak sehat dan rutin berolahraga, seseorang tetap berisiko mengalami kolaps jantung mendadak. Fenomena ini sering mengejutkan karena dapat terjadi tanpa gejala awal yang jelas.

Spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, dr. Simon Salim, SpPD-KKV, menjelaskan bahwa kasus kolaps saat berolahraga sebenarnya lebih jarang dibandingkan saat tidak berolahraga.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, mereka yang berolahraga memiliki angka kolaps mendadak lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak berolahraga,” jelas dr. Simon saat ditemui dalam BraveHeart Cardiac Forum Jakarta 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025).

Penyebab Kolaps Mendadak Bisa Beragam

Menurut dr. Simon, penyebab kolaps jantung tidak selalu terkait dengan serangan jantung (heart attack).

“Tergantung kasusnya. Tidak semua gara-gara serangan jantung. Ada yang akibat gangguan irama jantung,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ada juga kasus kolaps yang bukan berasal dari jantung sama sekali. Identifikasi penyebab yang tepat sebaiknya dilakukan melalui autopsi.

“Tidak semua kasus kolaps disebabkan sumbatan pembuluh darah. Masalah kelistrikan jantung juga bisa menjadi pemicu,” ujarnya.

Tidak Ada Tanda Peringatan Spesifik

Sayangnya, kolaps jantung mendadak sering terjadi tanpa tanda peringatan. Menurut dr. Simon, langkah pencegahan terbaik adalah memastikan semua orang di ruang publik mampu melakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau bantuan hidup dasar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keberadaan Automated External Defibrillator (AED) di tempat umum. Alat ini mampu menganalisis ritme jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik jika diperlukan untuk mengembalikan irama jantung normal.

“Setiap orang, termasuk pegawai atau pengunjung, sebaiknya mampu melakukan bantuan hidup dasar. Memiliki AED di ruang publik sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” pungkas dr. Simon.

Optimasi SEO & AdSense yang diterapkan:

  1. Judul yang jelas & mengandung kata kunci: “Kolaps Saat Olahraga” + “Dokter Jantung”.
  2. Subjudul H2/H3 untuk struktur konten agar mudah dibaca.
  3. Penggunaan kata kunci terkait: kolaps jantung, serangan jantung, resusitasi jantung paru, AED, olahraga sehat.
  4. Paragraf pendek & mudah dibaca, sesuai standar AdSense.
  5. Quote/Highlight untuk menarik perhatian pembaca.

(***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA