Memelihara Kucing Bisa Tingkatkan Risiko Skizofrenia, Ini Faktanya

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 05:00 321 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Memiliki kucing memang menyenangkan dan bisa menjadi hiburan tersendiri. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memelihara kucing bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan terkait skizofrenia. Temuan ini muncul dari analisis 17 penelitian internasional.

Dikutip dari Mayo Clinic, skizofrenia adalah kondisi kesehatan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Kondisi ini dapat menimbulkan halusinasi serta pikiran dan perilaku yang tidak teratur.

Psikiater John McGrath bersama timnya di Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, meninjau penelitian yang diterbitkan selama 44 tahun terakhir di 11 negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Menurut Science Alert, studi mereka pada tahun 2023 menemukan hubungan signifikan antara kepemilikan kucing dan peningkatan risiko gangguan terkait skizofrenia. Para peneliti menekankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi untuk memahami hubungan ini secara pasti.

Gagasan bahwa kucing bisa dikaitkan dengan skizofrenia muncul sejak 1995. Penelitian awal menyebut Toxoplasma gondii (T. gondii), parasit yang bisa ditularkan lewat feses kucing, sebagai faktor potensial. Parasit ini dapat memengaruhi sistem saraf pusat, neurotransmitter, dan dikaitkan dengan perubahan kepribadian serta gejala psikotik.

Meski demikian, hubungan ini tidak membuktikan bahwa T. gondii secara langsung menyebabkan skizofrenia atau bahwa manusia pasti terinfeksi dari kucing.

Paparan anak-anak terhadap kucing: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering berada di sekitar kucing memiliki risiko lebih tinggi terkena skizofrenia. Namun, hasilnya tidak konsisten di semua studi.

Periode kritis paparan: Studi menemukan bahwa paparan kucing antara usia 9-12 tahun berkaitan dengan risiko lebih tinggi, meski penelitian lain tidak menemukan hubungan signifikan sebelum usia 13 tahun.

Gigitan kucing: Penelitian di AS melibatkan 354 mahasiswa psikologi dan menemukan bahwa mereka yang pernah digigit kucing memiliki skor schizotypy lebih tinggi dibanding yang tidak pernah digigit.

Para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar penelitian yang dianalisis bersifat studi kasus kontrol, yang tidak bisa menunjukkan hubungan sebab-akibat secara pasti. Kualitas beberapa penelitian juga masih rendah.

“Tinjauan kami memberikan dukungan terhadap hubungan antara kepemilikan kucing dan gangguan terkait skizofrenia,” kata McGrath dan tim.

Mereka menambahkan bahwa penelitian lebih luas dan berkualitas tinggi diperlukan untuk memahami apakah kepemilikan kucing merupakan salah satu faktor risiko yang bisa memengaruhi kesehatan mental. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA