Prabowo Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 14:30 39 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia (KEI) di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).

Fasilitas kesehatan berstandar internasional ini dibangun melalui dana hibah pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp417,3 miliar atau sekitar USD 25 juta.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran RS KEI merupakan tonggak penting dalam kerja sama strategis Indonesia–UEA, sekaligus melanjutkan program yang dirintis Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Pembangunan rumah sakit ini merupakan inisiatif Presiden Jokowi saat beliau masih menjabat. Saya merasa beruntung dapat meresmikannya hari ini. Takdir memang tidak dapat ditolak,” ujar Prabowo.

Peresmian ini turut dihadiri Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada, sekaligus putra Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Sejumlah pejabat Indonesia juga hadir, di antaranya: Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.

RS Kardiologi Emirates–Indonesia dibangun di kawasan Solo Technopark dengan konsep rumah sakit jantung modern. Pada tahap awal, pengelolaannya dilakukan bekerja sama dengan RSUP Sardjito serta berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

Adapun fasilitas utama yang tersedia meliputi: 130 tempat tidur untuk kapasitas awal, Hybrid cathlab untuk tindakan kardiovaskular canggih, CT Scan dan MRI berteknologi terbaru, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan sembilan tempat tidur, Layanan rawat jalan, rawat inap, termasuk VIP dan president suite, dan ICU, ruang bedah jantung, dan pusat riset kardiologi.

Dengan hadirnya teknologi mutakhir tersebut, RS KEI diproyeksikan menjadi pusat layanan jantung unggulan di Indonesia dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional.

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, pemerintah berharap RS KEI dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kardiologi berkualitas tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap pengobatan di luar negeri. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA