Mbappe saat masih memperkuat PSG. Foto: Getty Images/Franco Arland JAKARTA, Cuitan.id – Konflik hukum antara Kylian Mbappé dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), memasuki fase krusial. Kedua pihak kini sama-sama meningkatkan nilai tuntutan ganti rugi, membuat kasus ini menjadi salah satu perselisihan kontrak terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.
Kasus ini bermula pada 2023, ketika Mbappé hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama PSG berakhir. Penyerang asal Prancis tersebut kemudian menuntut pembayaran gaji yang menurutnya masih tertunda sebesar 55 juta euro.
Mbappé Naikkan Gugatan hingga 260 Juta Euro
Menurut laporan ESPN, tim hukum Mbappé resmi menaikkan nilai tuntutan ganti rugi menjadi 260 juta euro atau sekitar Rp5 triliun. Gugatan tersebut mencakup:
Penasihat hukum Mbappé menyatakan bahwa sang pemain hanya menuntut apa yang menjadi haknya.
“Kylian Mbappé tidak meminta apa pun di luar ketentuan hukum. Ia hanya menegakkan hak-haknya sebagaimana layaknya seorang karyawan,” demikian pernyataannya.
PSG Balas dengan Tuntutan 440 Juta Euro
Tidak tinggal diam, PSG mengajukan tuntutan balik yang nilainya lebih besar lagi, yakni 440 juta euro atau sekitar Rp8,5 triliun. Klub raksasa Prancis itu mengklaim mengalami kerugian finansial dan reputasi akibat keputusan Mbappé untuk pergi secara gratis.
Tuntutan tersebut juga mencakup:
PSG juga menegaskan bahwa terdapat kesepakatan lisan dengan Mbappé terkait pembatalan bonus ketika sang pemain dibekukan dari skuad pada awal musim 2023–24 karena menolak memperpanjang kontrak.
“Kami telah menyerahkan bukti bahwa pemain bertindak tidak loyal dengan menyembunyikan keputusannya untuk tidak memperpanjang kontrak selama hampir 11 bulan. Hal ini membuat klub tidak bisa merencanakan transfer,” tulis PSG dalam pernyataannya.
Respons Mbappé
Pihak Mbappé menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa PSG tidak pernah menunjukkan bukti adanya kesepakatan lisan terkait penghapusan bonus. Mereka juga mengecam perlakuan klub ketika Mbappé dibekukan dari tim, yang dianggap sebagai bentuk pelecehan moral.
Pengadilan industrial di Paris diperkirakan akan mengeluarkan keputusan resmi pada Desember mendatang.
Karier Gemilang Mbappé Bersama PSG
Mbappé memperkuat PSG selama 2017–2024 dan meninggalkan jejak mengesankan:
(***)
Tidak ada komentar