5 Makanan yang Perlu Dibatasi Agar Ginjal Sehat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 07:00 69 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Diabetes tetap menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal atau penyakit ginjal kronis (CKD). Data dari International Diabetes Federation (IDF) 2021 menunjukkan bahwa lebih dari 19,46 juta orang di Indonesia hidup dengan diabetes, dan sebagian besar berisiko mengalami komplikasi ginjal jika pola hidup sehat tidak diterapkan.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Namun, kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, sehingga fungsinya melemah dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Oleh karena itu, pengidap diabetes perlu memperhatikan pola makan sehari-hari. Beberapa jenis makanan justru dapat mempercepat kerusakan ginjal, sementara yang lain membantu melindunginya.

Makanan yang Perlu Dibatasi

1. Makanan Tinggi Garam

Konsumsi garam berlebih dari mie instan, keripik, makanan cepat saji, dan makanan olahan dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan ginjal pada penderita diabetes.

Penelitian dalam International Urology and Nephrology (2022) menyebutkan bahwa pembatasan natrium hingga kurang dari 2 gram per hari dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi retensi cairan pada pasien CKD.

2. Buah Tinggi Kalium

Kalium bermanfaat bagi tubuh, tetapi bagi pengidap diabetes dengan fungsi ginjal terganggu, kadar kalium berlebih dapat membahayakan jantung. Buah seperti pisang, alpukat, jeruk, pepaya, dan melon sebaiknya dikurangi.

Journal of Renal Nutrition (2020) menekankan pentingnya pembatasan kalium secara bertahap untuk mencegah hiperkalemia pada pasien CKD lanjut. Alternatif yang lebih aman adalah buah rendah kalium seperti apel, anggur, nanas, dan pir.

3. Produk Susu Tinggi Fosfor

Produk susu full cream, keju, cokelat, dan kacang-kacangan mengandung fosfor tinggi. Pada pengidap diabetes dengan gangguan ginjal, fosfor berlebih dapat menyebabkan ketidakseimbangan kalsium dan membebani ginjal yang sudah bekerja ekstra.

4. Daging Olahan dan Gorengan

Sosis, nugget, bacon, dan daging olahan lain biasanya tinggi garam, lemak jenuh, dan bahan pengawet. Ditambah pengolahan dengan menggoreng, kandungan lemak trans meningkat. Konsumsi rutin jenis makanan ini dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah, meningkatkan kolesterol, dan membebani fungsi ginjal.

5. Minuman Manis dan Bersoda

Minuman kemasan, soda, boba, dan teh manis mengandung gula tambahan tinggi. Pada penderita diabetes, konsumsi gula berlebih memperburuk kontrol gula darah dan meningkatkan risiko obesitas, yang menambah beban ginjal.

Pilihan Makanan yang Mendukung Kesehatan Ginjal

Selain menghindari makanan berisiko, ada makanan yang membantu menjaga kesehatan ginjal:

  • Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden kaya omega-3 yang dapat menurunkan peradangan. Penelitian di Plos One (2020) menunjukkan suplementasi omega-3 membantu mengurangi proteinuria pada pasien diabetes.
  • Sayuran rendah kalium seperti kubis, kembang kol, paprika merah, dan timun lebih aman untuk dikonsumsi.
  • Buah rendah kalium seperti apel, anggur, dan nanas bisa menjadi pilihan harian yang sehat.

Ginjal tetap bisa dijaga kesehatan meski pengidap diabetes, asalkan pola makan diperhatikan. Batasi garam, kalium, fosfor, daging olahan, dan minuman manis, serta pilih ikan kaya omega-3, sayuran rendah kalium, dan buah segar yang tepat.

Dengan pengaturan diet yang tepat, pengendalian gula darah, dan pemeriksaan rutin, komplikasi ginjal bisa dicegah dan kualitas hidup tetap terjaga. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA