Renovasi Patung Sultan Thaha, Pemprov Hadirkan Ikon Baru Jambi

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 13:50 425 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Pemerintah Provinsi Jambi akhirnya memberikan klarifikasi terkait renovasi patung Sultan Thaha di kawasan kantor Gubernur Jambi yang sempat menuai spekulasi publik.

Pemprov menegaskan bahwa proses yang terlihat saat ini merupakan bagian dari penataan besar kawasan yang akan menghadirkan ikon baru bagi masyarakat Jambi.

Juru Bicara Pemprov Jambi, Ariansyah, menyebut renovasi tersebut bukan proyek perbaikan biasa, melainkan pembangunan ulang kawasan agar tampil lebih monumental dan memiliki nilai sejarah yang kuat.

“Ini proses. Belum selesai. Banyak yang belum tahu konteksnya,” tegas Ariansyah.

Ariansyah menjelaskan bahwa lapangan di depan kantor Gubernur Jambi yang selama ini belum memiliki nama resmi, kini akan diresmikan sebagai Lapangan Garuda Jambi.

Penamaan ini sekaligus menjadi bagian dari konsep penataan ulang kawasan agar memiliki identitas yang lebih kuat sebagai ruang publik representatif.

Dua Patung Baru: Monumen Garuda dan Sultan Thaha

Di area tersebut, Pemprov Jambi sedang membangun dua landmark baru:

1. Monumen Garuda Baru

– Dibangun dengan material logam
– Desain lebih modern dan monumental
– Dilengkapi elemen perisai pada dinding tembok
– Difungsikan sebagai ikon utama Lapangan Garuda Jambi

2. Patung Sultan Thaha Syaifudin Baru

Posisi patung pahlawan nasional ini akan berada di bagian depan, tepat di area bekas air mancur.

“Kalau tetap di posisi lama, patung Sultan Thaha akan tertutup oleh monumen garuda baru. Karena itu dipindahkan ke depan agar lebih terlihat dan lebih dihormati,” jelas Ariansyah.

Menjawab pertanyaan publik, Ariansyah memastikan patung Sultan Thaha yang lama tidak dibongkar tanpa arah, melainkan dipindahkan ke Rumah Dinas Gubernur Jambi di Ancol, yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Rumah dinas tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Heritage, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk menyimpan patung lama agar tetap terawat dan terhormat.

Ariansyah menegaskan bahwa proyek ini tidak dilakukan sepihak. “Semua proses sudah melibatkan keluarga Sultan Thaha Syaifudin dan berkoordinasi dengan BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila),” ujarnya.

Proyek penataan berbasis ikon ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 dan akan menjadi wajah baru kawasan kantor Gubernur Jambi. “Ini semua untuk publik Jambi,” tutup Ariansyah. *

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA