Ilustrasi puasa. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga membantu menata ulang emosi, stres, dan pola pikir menurut penjelasan psikiater. (Freepik) Cuitan.id – Penderita maag dan GERD kerap ragu menjalani puasa karena khawatir gejala kambuh. Perut kosong dalam waktu lama sering memicu perih, mual, hingga nyeri ulu hati.
Namun, dokter menegaskan, penderita maag dan GERD tetap bisa berpuasa selama kondisi terkendali.
Kepala Klinik Pratama Universitas Negeri Malang, dr. Ifa Mufida, MMRS, menjelaskan, keputusan berpuasa bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan riwayat keluhan dalam tiga bulan terakhir.
“Jika pasien disiplin mengatur pola makan dan rutin menjalani terapi, kondisi lambung bisa membaik dan tetap aman untuk berpuasa,” jelasnya, Jumat (20/2/2026).
Senada, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah, Dr. dr. Lianda Siregar, Sp.PD, Subsp.G.E.H (K), menyebut penderita GERD boleh berpuasa dengan catatan menjaga pola makan dan gaya hidup.
Menurutnya, puasa justru membantu memperbaiki pola makan karena waktu makan lebih teratur, yakni saat sahur dan berbuka. Pengurangan camilan, rokok, serta kontrol emosi selama Ramadhan turut membantu menekan produksi asam lambung.
Berikut 7 tips puasa aman bagi penderita maag dan GERD:
Puasa bukan penyebab utama maag kambuh. Saat berpuasa, sistem pencernaan mendapat waktu istirahat dan produksi hormon gastrin membantu mengontrol asam lambung.
Sahur memberi energi selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat memperburuk kondisi lambung.
Konsumsi makanan secara bertahap saat berbuka. Awali dengan air putih dan kurma, lalu makan secukupnya secara perlahan agar lambung tidak bekerja terlalu berat.
Batasi makanan pedas, asam, berlemak, gorengan, makanan cepat saji, serta minuman berkafein dan bersoda.
Pilih makanan mudah dicerna seperti oatmeal, roti gandum, sayuran rebus, pisang, apel, melon, serta protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan panggang.
Berikan jeda waktu sebelum tidur agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.
Jangan menunda berbuka karena tubuh memerlukan asupan nutrisi setelah seharian berpuasa.
Kontrol emosi dan stres selama Ramadhan membantu mencegah produksi asam lambung berlebih.
Dengan pola makan tepat dan kontrol gaya hidup, penderita maag dan GERD tetap dapat menjalankan puasa dengan aman dan nyaman. ***
Tidak ada komentar