7 Amalan Sunnah Idul Fitri yang Wajib Dilakukan Umat Islam

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Mar 2026 05:00 2 admincuitan

Cuitan.id – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen istimewa bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Selain berkumpul dengan keluarga, Idul Fitri juga kaya akan amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam.

Menjelang Lebaran 2026, umat Islam di Indonesia menanti penetapan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat Kementerian Agama pada 19 Maret 2026. Meski begitu, para ulama mengingatkan bahwa makna Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga amal ibadah yang menyertainya.

Berikut tujuh amalan sunnah yang bisa memperkaya makna Idul Fitri:

  1. Menghidupkan Malam Takbiran
    Perbanyak takbir sejak matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan hingga pelaksanaan shalat Id. Takbir menjadi wujud syukur atas berakhirnya ibadah puasa. Tradisi ini bisa dilakukan di rumah, masjid, atau di perjalanan.

  2. Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id
    Mandi pada pagi hari Idul Fitri membersihkan diri dan menyiapkan tubuh dalam keadaan suci. Praktik ini mencontoh adab para sahabat Nabi Muhammad SAW dan termasuk sunnah yang dianjurkan.

  3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Berpenampilan Rapi
    Tampil rapi dengan pakaian bersih, menggunakan wewangian, serta menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari adab berhias di hari raya. Nabi Muhammad SAW selalu mengenakan pakaian terbaik saat shalat Id.

  4. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id
    Berbeda dengan Idul Adha, umat Islam dianjurkan makan sebelum shalat Idul Fitri. Nabi Muhammad SAW biasanya makan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil sebagai simbol berakhirnya puasa.

  5. Berangkat dan Pulang Shalat Id Lewat Jalan Berbeda
    Mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang dari shalat Id bertujuan memperluas silaturahmi, mempererat hubungan sosial, dan memperbanyak syiar Islam.

  6. Mempererat Silaturahmi dan Mengucapkan Selamat
    Usai shalat Id, kunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat. Ucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” untuk saling mendoakan agar amal diterima Allah. Silaturahmi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.

  7. Bergembira dengan Cara yang Halal
    Idul Fitri juga waktu untuk bersukacita. Nabi Muhammad SAW mencontohkan menikmati hiburan yang halal bersama keluarga tanpa melanggar nilai agama.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama. Dengan melaksanakan amalan sunnah, hari raya menjadi lebih bermakna, penuh berkah, dan meningkatkan pahala setelah sebulan berpuasa. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA