4 Tahapan Respons Seksual: Begini Cara Tubuh Bereaksi Saat Intim

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Des 2025 21:06 45 admincuitan

 JAKARTA, Cuitan.idAktivitas seksual tidak hanya berkaitan dengan keintiman pasangan, tetapi juga memicu rangkaian proses biologis yang terjadi secara alami di dalam tubuh. Respons ini dikenal sebagai siklus respons seksual, yang mencakup perubahan fisiologis mulai dari peningkatan detak jantung hingga reaksi organ reproduksi.

Spesialis obstetri dan ginekologi Dr. Truong Nghia Binh menjelaskan bahwa siklus tersebut terdiri dari empat tahap utama, yaitu stimulasi, gairah (plateau), orgasme, dan relaksasi (resolusi). Baik pria maupun wanita mengalami tahapan serupa, meski durasinya dapat berbeda.

1. Fase Stimulasi (Arousal)

Tahap awal terjadi ketika ada rangsangan emosional maupun fisik. Pada fase ini, tubuh mulai menunjukkan kesiapan dengan meningkatnya detak jantung dan aliran darah.

  • Pada pria, terjadi perubahan pada organ reproduksi yang menjadi tanda awal respons.

  • Pada wanita, pelumasan alami dan peningkatan sensitivitas dapat muncul.

2. Fase Gairah (Plateau)

Reaksi yang muncul pada fase stimulasi menjadi lebih kuat.

  • Pria biasanya merasakan peningkatan ketegangan otot dan perubahan suhu tubuh.

  • Pada wanita, aliran darah tambahan menuju area panggul membuat beberapa bagian menjadi lebih sensitif.

3. Fase Orgasme

Ini merupakan puncak dari seluruh proses.
Tubuh mengalami kontraksi ritmis yang tidak disengaja, disertai peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Sensasi yang dirasakan berbeda-beda pada tiap individu dan berlangsung singkat.

4. Fase Relaksasi (Resolusi)

Setelah mencapai puncak, tubuh perlahan kembali ke kondisi semula.

  • Pada pria, ada masa jeda sebelum dapat kembali merespons rangsangan.

  • Pada wanita, tubuh kembali rileks dan sebagian orang dapat merespons rangsangan lagi setelah istirahat singkat.

Manfaat Kesehatan dari Aktivitas Seksual

Selain meningkatkan kedekatan emosional, hubungan seksual yang sehat juga memberi manfaat fisik, seperti:

  • Membakar kalori sekitar 3–4 kalori per menit pada intensitas sedang.

  • Menurunkan stres melalui pelepasan hormon seperti oksitosin, dopamin, serotonin, dan endorfin.

  • Membantu tidur lebih nyenyak berkat efek relaksasi dari hormon tubuh.

  • Menjaga kesehatan jantung, selama seseorang mampu melakukan aktivitas fisik ringan tanpa keluhan.

Menurut data yang dikutip dari VinMec, frekuensi orgasme pada pria juga terkait dengan risiko mortalitas yang lebih rendah dalam jangka panjang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA